Dewan Pers

Dark/Light Mode

Hasil Survei

Mayoritas, Puas Kerja Jokowi

Selasa, 12 Juli 2022 07:54 WIB
Data hasil survei Indikator Politik Indonesia. (Grafik: IPI)
Data hasil survei Indikator Politik Indonesia. (Grafik: IPI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja Presiden Jokowi di tengah kondisi ekonomi yang sulit ini tetap mendapat apresiasi publik. Buktinya, dalam survei terbaru yang dilakukan lembaga kredibel, Indikator Politik Indonesia, mayoritas masyarakat puas dengan kinerja Jokowi.

Survei ini dilakukan pada 16-24 Juni 2022. Responden yang disurvei sebanyak 1.200 orang, dengan penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Survei ini memiliki toleransi kesalahan plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasilnya, sebanyak 67,5 persen responden mengaku puas dengan kinerja Jokowi. Angka ini naik dibanding hasil survei pada April 2022. Saat itu, yang menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi ada di angka 59,9 persen.

Berita Terkait : BI Lantik 11 Pemimpin Kantor Pusat Dan Perwakilan

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, merinci masyarakat yang puas terhadap kinerja Jokowi. Sebanyak 57,8 persen mengaku cukup puas dan 9,7 persen mengaku sangat puas. Di luar itu, 25,8 persen responden menyatakan kurang puas, 4,4 persen tidak puas sama sekali, dan 2,2 persen tidak menjawab.

Kenapa mayoritas puas? Kata Burhan, karena Jokowi gemar memberikan bantuan kepada rakyat kecil dan kerap membangun infrastruktur. "Kinerjanya sudah bagus, orangnya merakyat, orangnya baik,” terang Burhan, dalam rilis survei dengan "Evaluasi Publik Terhadap Kinerja Pemerintah dalam Bidang Ekonomi, Politik, Penegakan Hukum, dan Pemberantasan Korupsi", yang dilakukan secara virtual, kemarin.

Namun, Burhan mengingatkan agar Pemerintah lebih baik lagi dalam menyalurkan bantuan. Sebab, sebagian publik yang menyatakan tidak puas beralasan, bantuan yang diberikan Pemerintah tidak merata.

Berita Terkait : Sandi Manut Ke Prabowo

"Jadi, hati-hati. Apalagi ke depan kalau misalnya ada rencana memberikan bantuan sosial lalu diterima oleh mereka yang tidak berhak, itu akan memicu ketidakpuasan buat masyarakat yang tidak menerimanya. Apalagi jika mereka merasa berhak untuk menerima bansos,” pesan Burhan.

Burhan menambahkan, peningkatan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi terjadi setelah mengalami penurunan 5-6 kali berturut-turut. Bahkan, saat turun, kepuasan terhadap Jokowi sempat berada di bawah 60 persen. “Jadi, batas ambang psikologis approval rate-nya adalah tidak boleh di bawah 50 persen. Ini sepertinya ada kabar baik, tren kepuasan terhadap kinerja presiden itu meningkat,” tuturnya.

Survei tersebut juga memotret kondisi politik, keamanan, dan hukum di dalam negeri. Yang memandang politik cenderung baik sebanyak 31 persen, yang menilai sedang ada 41,5 persen. Sedangkan yang memandang buruk ada 17,2 persen dan sangat buruk 2,0 persen.

Berita Terkait : Prof Didik Puji Misi Perdamaian Jokowi

Yang menyatakan situasi keamanan sangat baik ada 2,6 persen dan yang menilai baik 58,7 persen. Sedangkan yang menilai sedang 27,7 persen, buruk 9,3 persen, dan sangat buruk hanya 0,7 persen.

Lalu, yang menyatakan kondisi hukum di Tanah Air sangat baik sebanyak 1,7 persen dan baik 44,1 persen. Sedangkan yang menganggap biasa-biasa saja 30,4 persen, buruk 18,4 persen, dan sangat buruk 2,3 persen.
 Selanjutnya