Dark/Light Mode

Indopol Survey and Consulting

Mayoritas Nahdliyin Pilih Mahfud Jadi Capres NU

Selasa, 19 Juli 2022 08:01 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD bersama Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Menteri Agama KH. Yaqut Cholil Qoumas saat bersilaturahmi ke kediaman KH. Mustofa Bisri (Gus Mus). (Foto: Istimewa)
Menko Polhukam Mahfud MD bersama Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Menteri Agama KH. Yaqut Cholil Qoumas saat bersilaturahmi ke kediaman KH. Mustofa Bisri (Gus Mus). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Zainul Munasichin mengapresiasi survei Indopol Survey and Consulting karena tak memuncul nama Erick Thohir dalam surveinya.

"Saya apresiasi, karena tak ada nama Erick Thohir. Artinya surveinya merekamnya benar. Hanya kader internal asli NU," kata Zainul dalam acara yang sama.

Baca juga : Mayoritas, Puas Kerja Jokowi

PKB menilai, survei ini adalah sinyal bagi PBNU, bahwa jika ingin meng-endorse calon, kalau bisa kader asli. "Tadi disebutkan ada Pak Mahfud MD, Bu Khofifah, Gus Muhaimin, itu NU nya tak perlu diragukan lagi," tambahnya.

Namun, Zainul mengingatkan, bicara Pilpres, artinya harus melalui tahap ticketing yang saat ini sedang berlangsung. Nah, menurut UU, yang dapat mencalonkan adalah partai politik dan berkait dengan Presidential Threshold.

Baca juga : PKS Se-Sulawesi Dukung Amran Dan Salim Segaf Jadi Capres 

"Di situlah kunci PKB. Dari nama-nama itu, siapa yang punya kans dapat kendaraan politik PKB? Selisih elektabilitasnya juga nggak banyak. Masih lebih banyak yang belum memilih. Jadi PKB tidak khawatir dengan kans Gus Muhaimin. Sebab 44 persen nahdliyin yang belum memilih, akan menentukan setelah proses ticketing," ungkapnya.

Meski demikian, PKB tetap akan melakukan kajian-kajian di internal terbatas terkait hasil survei Indopol Survey and Consulting ini. "Ini masukan yang sangat bagus buat PKB dan kita juga kan bahas masukan dari Pak Hikam tadi," pungkas Zaenul. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.