Dewan Pers

Dark/Light Mode

Konsep Trisakti Bung Karno Masih Relevan Hadapi Geopolitik Saat Ini

Selasa, 19 Juli 2022 09:16 WIB
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menilai, konsep Trisakti Bung Karno masih relevan digunakan oleh bangsa Indonesia untuk menghadapi gejolak geopolitik yang terjadi di dunia saat ini.

Geopolitik dunia sedang bergejolak, sedang terjadi turbulensi yang sangat luar biasa. Maka sekali lagi, apa sikap kita, rasa-rasanya, masih sangat relevan apa yang disampaikan Bung Karno dengan Trisakti-nya,” kata Ganjar saat memberikan sambutan dalam Seminar Wawasan Kebangsaan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) bertajuk "Membangun Wawasan Kebangsaan di Era Disrupsi Informasi: Strategi Pemerintah Jokowi Menjaga Keamanan Nasional", dikutip gesuri.id, Senin (18/7).

Menurut Ganjar, di tengah gejolak geopolitik yang dihadapi dunia pada saat ini, Indonesia perlu menunjukkan sikap-sikap, sebagaimana yang dituangkan oleh Presiden Pertama RI Soekarno dalam Trisakti Bung Karno, yaitu berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Berita Terkait : Sagunesia, Terobosan Baru Kementan Solusi Hadapi Krisis Pangan

Sejauh ini, Ganjar menilai konsep Tri Sakti Bung Karno belum dilaksanakan secara maksimal oleh bangsa Indonesia. Contohnya, kata dia, terkait dengan berdikari atau mandiri dalam bidang ekonomi.

“Apakah kita cukup berdikari dalam bidang ekonomi? Mari kita cek satu per satu. Hipotesis kita, tidak berdikari-berdikari amat. Ini terbukti pada saat pandemi kemarin. Baju hazmat bermasalah, masker bermasalah, tes PCR bermasalah, vaksin bermasalah,” ucap Ganjar.

Masalah-masalah yang terjadi di Tanah Air pada saat pandemi Covid-19 itu, lanjut dia, terjadi karena Indonesia belum bisa memproduksi sendiri baju hazmat, masker, alat tes usap PCR, dan vaksin.

Berita Terkait : Ganjar Makin Rajin Sentuh Hati Mega

“Masalahnya, dari mana kita tidak bisa membuat sendiri,” tanya Ganjar.

Oleh karena itu, menurut Ganjar, bangsa Indonesia perlu mengonsolidasikan kekuatan, mulai dari melibatkan peran perguruan tinggi, pihak-pihak di sektor industri, Pemerintah, dan masyarakat secara umum, agar mampu mewujudkan Indonesia yang berdikari dalam ekonomi.■