Dewan Pers

Dark/Light Mode

Masyarakat Diimbau Tetap Waspada Ya

Sabtu, 6 Agustus 2022 07:40 WIB
Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro. (Foto: Setkab)
Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro. (Foto: Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pernah memperkirakan lonjakan kasus Covid-19 akan mencapai 20 ribu dalam sehari. Syukurlah, perkiraan itu tidak terbukti.

“Alhamdulillah, puji syukur, hingga saat ini jumlah kasus tidak demikian,” ungkap Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro, kemarin.

Dia menjelaskan, pada 4 Agustus 2022 terdapat penambahan 6.527 kasus konfirmasi positif di Indonesia. Kemudian, 6.664 orang telah dinyatakan sembuh. Sementara 14 orang meninggal dunia.

Per tanggal itu pula, jumlah kasus aktif Covid-19 meningkat 16,95 persen dalam sepekan. Tren kematian absolut juga meningkat 33,77 persen dibandingkan seminggu sebelumnya.

Berita Terkait : Sheila Marcia, Cerita Hamil Di Luar Nikah Kepada Anak

“Ini menyebabkan case fatality rate sebesar 2,53 persen,” ungkap dokter lulusan Universitas Pelita Harapan (UPH) itu.

Kenaikan ini, tak terlepas dari adanya varian dan subvarian baru. Menurut Reisa, mutasi virus sebetulnya hal yang lumrah terjadi.

Sifat dari virus yang menggunakan tubuh manusia sebagai inang untuk memperbanyak diri, kerap kali menghasilkan kesalahan dalam pengkopian kode genetik. Sehingga seringkali muncul varian atau subvarian baru.

Nah, munculnya varian dan subvarian tersebut perlu diwaspadai. Sebab, menurut Reisa, kenaikan jumlah kasus positif dan kasus aktif biasanya terjadi dua hingga empat minggu pasca-teridentifikasinya varian baru yang muncul.

Berita Terkait : Kader PPP Diimbau Bersatu Amankan Program Kerja Suharso

Dalam semangat kemerdekaan, Reisa mengajak masyarakat tetap waspada. Mereka diharapkan mampu menilai risiko dalam beraktivitas di lingkungan sekitar dengan mengetatkan protokol kesehatan 3M, yang mencakup memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Kita sudah tahu sebenarnya bagaimana solusi untuk beradaptasi dalam situasi saat ini. sehingga penilaian risiko dalam kehidupan sehari-hari akan menentukan hasil dari upaya kita dalam menjaga kesehatan,” tandasnya.

Terpisah, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan, Indonesia belajar dari lonjakan kasus virus Corona yang dialami negara-negara lain.

“Penting untuk belajar dari penyebab kenaikan kasus di negara lain. Agar kita dapat merefleksikannya dan mencegah semaksimal mungkin potensi tersebut terjadi di Indonesia,” tuturnya.

Berita Terkait : Puan Maharani Diibaratkan Padi Yang Merunduk

Wiku mengambil contoh Jepang, yang angka penularannya naik melebihi 1 juta kasus per 31 Juli 2022. ■