Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dipanggil Mendadak Ke Istana, Andi Gani Bicarakan Ini Dengan Presiden Jokowi

Senin, 8 Agustus 2022 13:34 WIB
Presiden Jokowi dan Andi Gani Nena Wea. (Foto: Ist)
Presiden Jokowi dan Andi Gani Nena Wea. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tokoh Relawan Jokowi Andi Gani Nena Wea mendadak dipanggil Ke Istana Negara, Jakarta, Senin (8/8). Andi Gani terlihat keluar dari Istana Negara, siang tadi.

Kedatangan Andi Gani yang dikenal dekat dengan Presiden Jokowi sebelumnya tidak diketahui oleh awak media. Saat keluar dari Istana, dia menjelaskan maksud kedatangannya. Andi Gani menuturkan, undangan dari Presiden Jokowi baru diterimanya kemarin malam.

"Panggilan mendadak jam 22.00 WIB kemarin malam, saya diminta menghadap presiden," katanya.

Pertemuan tertutup dengan Presiden Jokowi selama hampir dua jam, kata Andi Gani, banyak berdiskusi masalah di dalam negeri dan global.

Berita Terkait : Polda Metro Dan Bea Cukai Gagalkan Pengiriman Ekspor Biji Kokain

"Teman-teman tahu apa yang terjadi beberapa hari terakhir. Saya hanya memberikan masukan kepada presiden sebatas seorang teman, teman diskusi dipanggil tentu saya harus memenuhi undangan ini," ujarnya.

Apakah ada pembicaraan politik?

Ketua Dewan Pengarah Musyawarah Rakyat Indonesia (Musra) ini mengaku juga membicarakan hal tersebut dengan Jokowi. Terutama soal Musyawarah Rakyat.

Andi Gani menegaskan, partai politik tidak perlu curiga terkait gelaran Musra yang akan dimulai di Bandung pada 28 Agustus mendatang. Menurutnya, sejumlah elemen masyarakat hadir dalam Musra tak hanya relawan.

Berita Terkait : Legenda Dan Bintang Bulutangkis Bakal Ramaikan Piala Presiden 2022

"Jadi partai-partai tidak perlu merasa ada sesuatu yang dilakukan di Musra, karena itu merupakan demokrasi biasa dari rakyat. Seluruh elemen masyarakat hadir di situ, ada nelayan, ada buruh, kaum tani, ada keterwakilan perempuan di sana," tuturnya.

Andi Gani memastikan, Jokowi sama sekali tak mengendorse Musra. Namun, relawan hanya menyampaikan undangan agar Jokowi hadir di kegiatan tersebut.

"Banyak parpol merasa ini Musra kok seperti diendorse Pak Presiden. Kami tegaskan ini adalah ide kami, Presiden Jokowi tidak mengendorse tetapi kami tadi tanyakan kehadiran beliau. Bisa hadir atau tidak," jelasnya.

 

Andi Gani menambahkan, sampai dengan saat ini, Jokowi belum memilih siapa pun calon untuk didukung pada Pilpres 2024. Namun, dirinya meyakini Jokowi akan memilih sosok yang punya elektabilitas tinggi.

Berita Terkait : Mendag Dukung Kesejahteraan Petani Sawit Dengan Inovasi Teknologi

"Tiga teratas kita tahu ada Pak Ganjar, Prabowo dan Anies. Feeling saya begitu. Kan kita jujur lah tidak mungkin dari peringkat sembilan loncat ke nomor satu, kan nggak mungkin juga," ucapnya. ■