Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Pengamat Dukung Pemerintah Sesuaikan Harga BBM Bersubsidi
Kamis, 1 September 2022 18:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Harga minyak mentah dunia masih tetap tinggi disebabkan antara lain konflik Rusia dan Ukraina yang tak kunjung padam.
Hal itu membuat Pemerintah Indonesia perlu mempertimbangkan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang berlaku saat ini.
Baca juga : Pengamat Dukung BNPT Berdayakan Seluruh Potensi Cegah Terorisme
Direktur Eksekutif Next Policy Fithra Faisal Hastiadi mengatakan, Indonesia sudah tidak lagi menjadi produsen minyak, tetapi importir minyak. Karena kebutuhan minyak jauh lebih besar dari kuota yang tersedia.
Faktor-faktor yang mempengaruhi harga minyak dunia adalah sesuatu yang tidak bisa kita kontrol.
Baca juga : Ombudsman Sarankan Pembatasan Daripada Naikkan Harga BBM
"Pada Juni 2022, tanpa adanya penyesuaian harga BBM, tingkat inflasi bisa mencapai 5,03 persen. Artinya, jika kita bawa preseden itu ke masa sekarang, maka kalaupun ada penyesuaian harga sebesar 20-30 persen tingkat inflasinya paling banyak sebesar 1-2 persen. Untuk mempertahankan tingkat inflasi yang rendah itu butuh biaya besar,” ungkap Fithra, Kamis (1/9).
Semakin lama diumumkan, kata dia, maka potensi kenaikan harga di masyarakat semakin besar karena ekspektasi inflasi masyarakat akan semakin meningkat.
Baca juga : Bamsoet Dukung Pengembangan Hatta Memorial Heritage Virtual
Jika pemerintah tidak mengumumkan penyesuaian harga BBM, efek inflasinya sudah terlanjur terjadi. Semakin lama diumumkan, efek inflasinya akan berlipat.
"Di saat seperti ini hampir tidak ada negara di dunia yang tidak melakukan penyesuaian harga BBM. Kuncinya adalah komunikasi dan empati. Komunikasi sudah dijalankan dan pemerintah sudah menghadirkan empati dengan cara mengeluarkan bantuan-bantuan sosial untuk masyarakat,” jelas Fithra. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya