Dark/Light Mode

Agar Tak Kembali Ke Masa Otoriter, AHY Ajak Semua Pihak Jaga Demokrasi

Selasa, 6 September 2022 12:54 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat. (Foto: Ist)
Ketua Umum Partai Demokrat. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Sosial (LP3ES) mencatat terjadi kemunduran demokrasi di Indonesia. Menanggapi hal itu, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono mengajak, semua pihak untuk menjaga demokrasi agar tidak kembali ke masa otoriter.

Begitu kata AHY-sapaan Agus Harimurti Yudhoyono pada penutupan Sekolah Demokrasi Ke-5 yang digelar LP3ES. Hadir juga pada kesempatan itu, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, Wasekjen Golkar Sekarwati, Pengamat Politik UNDIP, Budi Setiyono dan Direktur Center for Media and Democracy LP3ES, Wijayanto. 

Menurut AHY, Pemilu perlu menjadi festival gagasan di mana masalah-masalah bangsa yang substantif didiskusikan dan didialogkan berbasis data dan rujukan teoritis. Hal ini untuk menjaga 

demokrasi. 

“Jangan mengobrak-abrik kebebasan sipil. Demokrasi/kebebasan seperti oksigen. Ketika demokrasi dan kebebasan hilang, baru kita meronta-ronta,” ujarnya. 

Baca juga : Dongkrak Penggunaan Produk Dalam Negeri!

Menurut dia, demokrasi Indonesia memiliki 3 tantangan utama: politik uang, politik identitas dan post truth. Untuk meminimalisir politik uang, 

sistem pemilu yang sekarang perlu dikaji lagi. Politisi dan pemilih juga perlu ditingkatkan kesadarannya akan bahaya politik uang. 

“Politik identitas harus dihentikan penggunaannya dalam pemilu demi menjaga keutuhan bangsa,” bebernya.

Dia juga mengajak semua pihak menjaga jangan sampai kembali kepada otoritarianisme dengan menolak perpanjangan masa jabatan presiden. Jika jabatan presiden diperpanjang, akan menjadi kemunduran demokrasi luar biasa.

Fadli Zon mengatakan, netralitas aparat sangat penting untuk menjaga demokrasi. Dia juga mengajak semua pihak memperjuangkan Indonesia emas.

Baca juga : Pesan Jokowi Ke Menteri ATR,: Kasus Sengketa Tanah Jangan Terjadi Lagi

“Kita perlu merujuk pada Hatta tetang peran negara sebagai pewujud kebahagiaan rakyat: cukup makan, hunian, dan jaminan kesehatan dan hari tua,” bebernya.    

Wasekjen Golkar Sekarwati, Wasekjend Partai Golkar menekankan perlu reformasi sistem pemilu. Dia juga menghimbau politisi dan masyarakat untuk menghindari politik uang.

Sementara Wijanto mengatakan, Indonesia tengah mengalami tren kemunduran demokrasi yang paling serius sejak era reformasi. Menurut dia, ditelaah literatur ilmu politik selama lima tahun terakhir, kajian tentang kemunduran demokrasi telah banyak dilakukan, namun sebagian besar masih berfokus pada perkembangan terbaru atau situasi kontemporer. 

Berdasarkan studi yang dilakukan, diidentifikasi faktor-faktor yang menjadi akar masalah yang menyebabkan kemunduran demokrasi di Indonesia, yaitu struktural, kultural, institusional dan agensi. Demi mendorong konsolidasi demokrasi Indonesia, studi ini mengindentifikasi langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengtasi permasalahan yang ada. 

Ada beberapa hal untuk menekan kemunduran demokrasi, yaitu reformasi sistem elektoral, seperti penyederhanaan syarat masuk untuk menjadi partai dan peserta pemilu, penurunan ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden, modifikasi sistem suara terbanyak dalam penetapan calon terpilih anggota DPR/DPRD, dan pembatasan masa kampanye menjadi lebih singkat. 

Baca juga : HUT Ke-77 RI, Puan Ajak Seluruh Anak Bangsa Bangun Kekuatan Nasional

Kemudian reformasi elektoral selanjutnya dilakukan terkait syarat membentuk partai dan peserta pemilu terlalu berat terkait dengan sebaran kepengurusan dan keanggotaan, dan administrasi kantor partai yang relevansinya perlu ditinjau kembali di era digital ini. Kemudian meningkatkan bantuan keuangan partai politik. Bantuan partai dari negara saat ini terlalu kecil dari kebutuhan.

“Reformasi elektoral selanjutnya terkait pemanfaatan AI (Artificial Intelligence) untuk integrasi tata kelola elektoral. Dengan pemanfaatan AI tersebut, kerja-kerja politik partai dalam pemilihan akan semakin mudah dan murah, demikian pula kerja dengan penyelenggara pemilu akan semakin mudah,” tukasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.