Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku, tak kenal dengan Ketum Ganjarist dan juga influencer, Eko Kuntadhi. Tiga hari terakhir, Eko jadi sorotan publik lantaran menghina ustazah Ponpes Lirboyo, Imaz Fatimatuz Zahra atau Ning Imaz. Gara-gara ulah Eko, Ganjar kena getahnya.
Setelah menuai kecaman yang luas, Eko mendatangi Ponpes Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis lalu. Eko yang datang dengan menumpang Toyota Avanza Putih, tiba di lokasi sekitar pukul 5 sore. Eko yang tampil seadanya dengan kaus hitam, datang tak sendiri. Ia ditemani, politisi PSI sekaligus influencer dan aktivis Jaringan Islam Liberal, Guntur Romli.
Baca juga : Pamornya Meninggi Peluangnya Rendah
Turun dari mobil, Eko dan Guntur disambut Pengurus Pondok Pesantren Lirboyo KH Oing Abdul Muid yang akrab disapa Gus Muid, serta Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul jalil. Ia langsung dipersilakan memasuki Gedung Pertemuan Yayasan Ponpes Lirboyo.
Di dalam aula Ning Imaz dan suaminya, Gus Rifqil Muslim sudah ada di lokasi.
Baca juga : Bane Raja Manalu: Daftarkan Merek untuk Perlindungan Usaha
Eko menyampaikan, tujuannya datang untuk meminta maaf kepada Ning Imaz atas cuitannya yang menhina dan melecehkan Ning Imaz. "Saya melakukan kesalahan. Saya datang ke sini untuk minta maaf," kata Eko.
Pertemuan kemudian digelar secara tertutup selama hampir 1 jam. Usai pertemuan, Eko dan Ning Imaz membuat beberapa kesepakatan. Pertama, Eko meminta maaf dan menyampaikan penyesalan atas unggahannya di Twitter dan Instagram yang berisikan cacian dan ujaran kebencian kepada Ning Imaz. Kedua, Eko mengakui kesalahan dan kekhilafannya pada unggahan tersebut, serta siap bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.
Baca juga : Franda Suka Baca Buku Dan Nikmati Wewangian Saat Santai
Ketiga, Ning Imaz atas petunjuk masyayikh Ponpes Lirboyo telah menerima permohonan maaf Eko. Selain itu, Eko juga diminta menjadikan kasus ini sebagai pembelajaran untuk bijak dan santun dalam bermedia sosial pada masa-masa mendatang.
"Pesantren Lirboyo berharap media sosial tidak dijadikan sarana untuk menyampaikan ujaran kebencian dan caci maki, tapi justru untuk dakwah kebaikan dan menyampaikan Informasi yang bermanfaat," kata Gus Muid.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya