Dark/Light Mode

Bilang ``Orang Non Jawa Jangan Maksa Jadi Presiden``

Luhut Diserbu Kawan Dan Lawan

Sabtu, 24 September 2022 06:40 WIB
Rocky Gerung dan Luhut Binsar Pandjaitan. (Tangkapan layar YouTube RGTV)
Rocky Gerung dan Luhut Binsar Pandjaitan. (Tangkapan layar YouTube RGTV)

 Sebelumnya 
Politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno menilai, omongan Luhut kurang bijaksana dan terkesan tendensius. Menurut Hendrawan, persoalan suku sudah harus ditinggalkan dalam konteks kebangsaan.

"Justru fakta demografis dan sosiologis yang dikhawatirkan Pak Luhut, harus menjadi tantangan kita dalam program edukasi dan literasi politik dan keadaban demokrasi yang terus kita bangun," tegas Hendrawan, kemarin.

Sedangkan dari lawan, kritikan datang dari Rizal Ramli. Dia bilang, omongan Luhut itu ngasal. Menurut dia, orang luar Jawa sudah jadi presiden bukan karena antropologi, tapi karena sistem.

Baca juga : Transkon Jaya Bidik Pendapatan Naik 10 Persen Tahun Ini

Pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga ikut mengkritik Luhut. Kata dia, Luhut mestinya tidak mengeluarkan pernyataan yang tendensius. Sebab, UUD tidak ada yang mengatur hal itu.

Menurut dia, omongan Luhut ini dapat menjadi pembenaran bagi kelompok tertentu yang memang dari dulu menginginkan orang Jawa yang harus jadi presiden. Pola pikir itu seharusnya dikikis karena tidak sesuai dengan konstitusi Indonesia. Bahkan hal itu bertentangan dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.

"Sebagai pemimpin, Luhut seyogyanya tidak mengangkat hal itu ke publik. Sebab, hal itu dapat menyuburkan etnosentrisme di Indonesia. Hal itu justru akan menguatkan politik identitas yang membahayakan keutuhan NKRI. Hal-hal yang berpeluang menggoyahkan keutuhan NKRI dan tak sesuai dengan perundang-undangan seyogyanya tak perlu diwacanakan ke publik," ujarnya.

Baca juga : Bijak Dong, Orang Kaya Jangan Beli BBM Subsidi

Namun, ada juga yang membela Luhut. Salah satunya, politisi Gerindra Desmond J Mahesa. Kata dia, omongan ini berasal dari pengalaman pribadi Luhut yang bermimpi jadi presiden.

"Karena suku bukan Jawa, agama bukan Muslim, agak berat ya. Saya pikir harus dihargai pengakuan jujur," kata Desmond, kemarin.

Melihat pro kontra yang muncul, juru bicara Luhut, Jodi Mahardi, muncul menjelaskan maksud pernyataan bosnya. Kata Jodi, yang disampaikan Luhut itu bentuk refleksi diri. “Bukan untuk orang lain," kata Jodi, kemarin.

Baca juga : Rieke Minta Presiden Telusuri Data BPP BBM

Jodi menegaskan, tidak ada maksud lain di balik pernyataan Luhut. Dalam pernyataan itu, Luhut bicara mengenai dirinya yang tidak mungkin menjadi presiden. “Jadi, mohon dilihat konteksnya secara utuh," tutupnya. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.