Dark/Light Mode
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Sebelumnya
Kata Mamit, penurunan harga minyak dunia baru saja berlangsung. Ia khawatir, penurunan harga BBM bersubsidi tidak diimbangi dengan penurunan harga barang dan jasa. Sehingga, tidak memberi pengaruh signifikan dari kebijakan Pemerintah menurunkan harga BBM subsidi.
Ia justru menyarankan masyarakat mengawasi pengalihan subsidi BBM ke bantuan sosial. Karena kebijakan Pemerintah saat ini sudah tepat. Yakni membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Langsung Upah (BLU) benar-benar tepat sasaran.
Baca juga : Suharso Dan Mardiono Gantian Masuk Istana
Karena, masih banyak orang yang seharusnya menerima bantuan, justru tidak tersentuh. “Yang dapat BLU itu-itu lagi orangnya. Kan sebetulnya mereka orang mampu. Ini menjadi upaya yang harus diperbaiki bersama,” pesan Mamit.
Di dunia maya, turunnya harga BBM non subsidi disambut kecewa warganet. Banyak warganet yang mempertanyakan, kapan BBM untuk orang miskin diturunkan.
Baca juga : Bijak Dong, Orang Kaya Jangan Beli BBM Subsidi
“Yang turun Pertamax alias gak ngaruh ke kehidupan,” seloroh @pablohunco. “Kalau Pertamax yang ikut harga minyak dunia aja turun 13.900, harga Pertalite tanpa subsidi berapa sebenarnya? Bisa gak jual tanpa subsidi, tapi gak usah nyinggung jadi beban negara dan tanpa pembatasan?” pinta @cyn0514.
“Masih mikir keras. Katanya kemarin-kemarin Pertamax disubsidi. Kok sekarang turun? @jokowi, @pertamina, @susipudjiastuti,” singgung @meluncur. “Cuma gopek, itu juga harga Pertamax. Kalau yang turun Pertalite kembali ke harga 7000-an itu baru prestasi,” sahut @syarifulfajar2. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.