Dewan Pers

Dark/Light Mode

Moeldoko Dianggap Paling Sinergi Dengan Pikiran Jokowi

Jumat, 7 Oktober 2022 08:21 WIB
Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. (Foto: Istimewa)
Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat Politik Agus Abdullah merespon positif konsistensi Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dalam mendukung dan melaksanakan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di berbagai kebijakan.

Moeldoko dinilai selalu mengedepankan kepentingan masyarakat. Ia pun mengungkapkan, hadirnya KSP Moeldoko menciptakan kolaborasi dan sinergi pikiran maupun langkah dari Presiden Jokowi yang terus mendorong untuk kemajuan Indonesia.

"Dengan hadirnya beliau cukup membantu tugas-tugas maupun kebijakan dari Pak Presiden, karena latar beliau kan militer yang sungguh tidak diragukan lagi dalam konteks yang bersifat sosial, politik atau masalah nilai-nilai kebangsaan yang berhubungan dengan tatanan kenegaraan," ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (7/10).

Berita Terkait : Dimesrai Jokowi, Para Capres Jangan Geer..!

Kata Agus, sosok Moeldoko adalah tokoh Militer yang kekinian yang cukup langka di era kepemimpinan Presiden Jokowi. Moeldoko memahami betul suatu keadaan teritorial ini yang bersifat komprehensif.

Sehingga, langkah-langkah dalam menyelesaikan persoalan cenderung dalam pendekatan persuasif, maupun komunikasi yang terkait dengan satu sama lain.

Agus juga mengatakan, KSP Moeldoko yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) berpotensi untuk maju di Pilpres 2024 dengan latar belakang militer yang dimilikinya.

Berita Terkait : Demokrat Pastikan AHY Terima Kunjungan Anies Besok Pagi

"Saya pikir peluang atau potensi untuk beliau dalam kontestasi Pilpres 2024 nanti sangat mungkin," sebutnya.

Menurut Agus figur seperti Moeldoko dengan rekam jejak yang baik sangat dibutuhkan dengan kondisi geopolitik global saat ini. Moeldoko dapat mengimbangi langkah kolaborasi dan sinergi dalam kepemimpinan antara sipil dan militer.

"Beliau mantan panglima TNI yang tentu paham sisi yang harus beliau mengambil suatu keputusan, kebijakan, maupun sifat mengurai suatu persoalan dalam pendekatan persuasif dan hubungan kebersamaan dengan kerakyatan," pungkasnya. ■