Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Waspada, Harga Kebutuhan Pokok Naik, Hidup Makin Susah
Sabtu, 22 Oktober 2022 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah terus melemah melawan dolar AS. Bahkan, pada pukul 10.00 WIB kemarin sempet menyentuh Rp 15.595 per dolar AS.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan, pelemahan rupiah sejalan dengan menguatnya dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
Hal ini, kata dia, sebagai akibat pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif di berbagai negara. Terutama, di AS untuk merespons tekanan inflasi dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global.
“Rupiah ke depan akan kembali menguat, mengacu terhadap fundamental perekonomian Indonesia yang semakin membaik,” ujar Perry dengan optimis usai Rapat Dewan Gubernur yang disiarkan melalui akun Youtube, Jakarta, Kamis (20/10).
Baca juga : Pagi Ini Rupiah Menghijau, Nggak Kebakaran Lagi
Perry menegaskan, penguatan rupiah juga diukur oleh pemulihan ekonomi yang terus berlanjut dan semakin menariknya imbal hasil obligasi Pemerintah. “Ke depan arus modal asing akan masuk, juga akan mendorong nilai tukar rupiah akan menguat,” ujarnya.
Di pasar sport pada perdagangan, Jumat (21/10) rupiah dibuka melemah di level Rp 15.581 per dolar AS, terdepresiasi dibanding posisi penutupan sebelumnya sebesar Rp 15.572 per dolar AS. Bahkan pada pukul 10.00 WIB sempet menyentuh Rp 15.595 per dolar AS.
Untuk menguatkan nilai tukar, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 4,75 persen. Namun, nilai rupiah belum juga terdongkrak.
Netizen mengingatkan dengan melemahnya rupiah terhadap dolar AS akan berdampak pada harga sembako akan naik. Sehingga, beban hidup akan menjadi lebih berat.
Baca juga : Teroris Papua Makin Sadis
Akun @digoindo menginformasikan, kondisi rupiah Jumat (21/10) melemah sembilan poin atau 0,05 persen ke posisi Rp 15.581 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.572 per dolar AS.
“Rupiah OTW Rp 16.000 per dolar AS, siap-siap jadi yang terburuk di ASEAN,” wanti-wanti @YanHarahap.
Akun @Giginpraginanto mengingatkan, dengan kondisi rupiah yang jeblok ditambah resesi ekonomi dunia di depan mata, maka biaya hidup bakal naik dan utang makin menggunung. Termasuk, kata @ElaBungaE, barang-barang impor akan naik.
“(Barang-barang) elektronik, gadget hingga mie instan (naik). Jadi hidup makin susah,” kata dia.
Baca juga : Sandiaga Beri Pelatihan Produk Turunan Buah Markisa
Akun @OposisiOjol mengatakan, dengan harga dolar yang melejit, maka BBM makin mahal. Biaya insfratruktur juga akan membengkak dan harga sembako meroket.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya