Dewan Pers

Dark/Light Mode

Puteri Indonesia Ajak Generasi Muda Aktualisasikan Pancasila

Senin, 21 November 2022 22:36 WIB
Puteri Indonesia 2022, Laksmi De Neefe Suardana (kiri). (Foto: Ist)
Puteri Indonesia 2022, Laksmi De Neefe Suardana (kiri). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Puteri Indonesia 2022, Laksmi De Neefe Suardana ingin membangun kesadaran pentingnya literasi bagi generasi muda.

Gadis Ubud yang akan mewakili Indonesia pada ajang Miss Universe ini berkomitmen membangun kualitas literasi anak muda Indonesia dengan mendorong mereka gemar membaca, menulis, dan bersastra. Menurut dia, kualitas literasi tinggi akan memudahkan anak muda dalam mengaktualisasikan Pancasila.

Berita Terkait : Bamsoet Ajak Pengusaha Muda Antisipasi Krisis Global

“Literasi anak muda penting untuk Pancasila. Kalau kita bisa mengembangkan kualitas literasi anak-anak muda, kita bisa mengaktualisasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya hapal Pancasila dalam ucapan,"  kata Laksmi dalam Seminar Pancasila Series 5 yang digelar di Universitas Udayana, Bali, Senin (21/11). Ini adalah seminar pamungkas dari seluruh rangkaian Seminar Pancasila di tahun 2022.

Seminar bertema "Inspirasi Dunia untuk Kesejahteraan dan Perdamaian” ini menghadirkan lima narasumber. Mereka adalah Dewan Pakar BPIP Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri Darmansjah Djumala, Wakil Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI Brigjen Heru Langlang Buana, Penulis Buku Pancasila dari Indonesia untuk Dunia Bernada Rurit, dan Puteri Indonesia 2022 Laksmi De Neefe Suardana.  Hadir pula secara daring langsung dari Jenewa,  Diplomat RI sekaligus Sekretaris Pertama PTRI Jenewa, Nara Masista Rakhmatia.

Berita Terkait : Gelar Indonesia Development Forum, Bappenas Bahas Masa Depan Industrialisasi RI

Melanjutkan keterangannya, Laksmi  juga mengajak para pemuda untuk bergotong royong menarasikan Pancasila dan menyebarkannya kepada publik. “Saya mewakili anak muda, mengajak ayo kita berdialog lagi tentang bangsa dan negara kita. Pada ajang Miss Universe akhir tahun ini, semoga saya bisa menang agar lebih mudah mengenalkan Indonesia kepada Dunia, termasuk menarasikan Pancasila sebagai ideologi alternatif bagi perdamaian dunia," ungkap Laksmi.

Sebelumnya, Dewan Pakar BPIP Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri Darmansjah Djumala menekankan pentingnya peran generasi muda untuk menarasikan Pancasila dalam bentuk diskusi, tulisan, maupun publikasi. Generasi muda kadang-kadang tidak sadar yang dilakukan itu nilai-nilai Pancasila karena sudah menjadi bagian dari hidupnya.

Berita Terkait : G20 Sukses, Bukti Indonesia Serius Wujudkan Cita-cita Perdamaian Dunia

“Sekarang menjadi tantangan generasi muda, apa yang kita lakukan harus dinarasikan dan dikembangkan. Saat ini kita menghadapi kegagalan narasi.  Ngga diomongin, ngga di halo-halo. Lawan itu yang namanya narative failure dengan menarasikan Pancasila," pungkasnya.