Dewan Pers

Dark/Light Mode

KPK Cegah Bambang Kayun Ke Luar Negeri

Rabu, 23 November 2022 17:04 WIB
KPK Cegah Bambang Kayun Ke Luar Negeri

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah AKBP Bambang Kayun Bagus Panji Sugihanto bepergian ke luar negeri. Bambang, merupakan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pemalsuan surat dalam perkara perebutan hak ahli waris PT Aria Citra Mulia (ACM).

"Benar sebagai kebutuhan proses penyidikan, saat ini KPK telah berkirim surat kepada Ditjen Imigrasi Kumham RI untuk mencegah agar tidak bepergian ke luar negeri terhadap pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK," ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (23/11).

Berita Terkait : SKK Migas Galang Bantuan Untuk Bantu Korban Gempa Cianjur

Permintaan cegah dilakukan selama 6 bulan, terhitung sejak tanggal 3 November 2022. Cegah ini dilakukan agar Bambang tidak bepergian keluar negeri.

"Sehingga pada saat keterangannya dibutuhkan tim penyidik KPK ia tetap berada di dalam negeri dan kooperatif hadir memenuhi pemeriksaan," ungkapnya.

Berita Terkait : KPK Duga Bambang Kayun Terima Uang Miliaran Dan Fortuner

Ali belum bersedia membeberkan secara rinci kasus yang menjerat Bambang Kayun. Menurut Ali, tim penyidik masih membutuhkan waktu untuk menemukan bukti lanjutan terkait pidana yang dilakukan Bambang Kayun.

"KPK secara resmi akan menyampaikan identitas dari pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, kronologi dugaan perbuatan pidananya dan pasal yang disangkakan tentunya setelah proses penyidikan ini kami nyatakan cukup," terang Ali.

Berita Terkait : KPK Tetapkan AKBP Bambang Kayun Tersangka Suap Dan Gratifikasi

Ali memastikan bakal menyampaikan informasi berkaitan dengan penyidikan kasus ini demi asas keterbukaan terhadap publik. Ali meminta seluruh masyarakat mendukung kinerja KPK.

"KPK akan terbuka untuk menyampaikan setiap perkembangan perkara ini pada publik dan berharap adanya dukungan dari semua pihak untuk membawa perkara ini sampai ke tahap persidangan," tandasnya. ■