Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerja sama dengan Universitas Mataram menggelar Bedah Musik Kebangsaan di Kampus Unram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (1/12). Rektor Unram Bambang Hari Kusumo mengatakan, acara ini sebagai upaya merawat kebangsaan.
Dalam sambutannya, Bambang menyatakan Pancasila adalah perekat bangsa. Tanpa Pancasila mungkin negara Indonesia sudah terpecah belah. Karena ada ratusan suku, bangsa, bahasa, dan agama yang hidup di dalam negara ini.
Menurut dia, perbedaan yang menjadikan NKRI ini harus dijaga. Menjaganya secara fisik mungkin lebih mudah dari pada non fisik. "Soalnya banyak sekali kita mendengar dan menyaksikan upaya untuk memecah belah dan disintegrasi bangsa, yang menonjolkan perbedaan dari pada persatuan dan kesatuan," ujarnya.
Baca juga : Penurunan Suku Bunga KUR Super Mikro Sudah Tepat
Bambang lalu menyoroti banyaknya hoaks di media sosial yang membuat perselisihan sebagai bangsa menahan. Padahal menurut dia, perbedaan-perbedaan ini sebuah keniscayaan yang harus dirawat agar menjadi satu. Seperti semboyan Bhineka Tunggal Ika.
Kata dia, bangsa ini sudah susah payah didirikan para pendiri bangsa atau founding father dengan menggali Pancasila, nilai-nilai yang ada di bangsa kita. Pancasila bukan lahir dari Barat, bukan juga dari Timur. Namun, dari bangsa kita sendiri. Karena itu, Pancasila harus dirawat.
Karena kalau tidak dirawat bisa-bisa kita tercerai berai seperti Yugoslavia dan negara di Timur Tengah. "Itu karena yang tidak tertanam di dalam ideologi masyarakat. Jadi kalau bukan kita yang merawatnya siapa lagi," ujarnya.
Baca juga : Pengamat: Penunjukan KSAL Yudo Jadi Panglima Sudah Tepat
Kepada hadirin, Bambang mengajak agar menyingkirkan aspek-aspek yang membuat perpecahan bangsa kita. Apalagi saat ini sudah masuk tahun politik dan akan digelar Pemilu 2024. Menjelang pemilu, parpol tentunya berusaha memenangkan kandidatnya. "Tapi tolong diingat di dalam persaingan kita juga bersanding. Ini sebenarnya yg harus kita tanamkan," ujarnya.
Ia pun berpesan kepad para mahasiswa yang akan menjadi penerus bangsa ini agar terus merawat Pancasila. "Tanpa kita semua siapa lagi yang menjadikan bangsa ini maju," pungkasnya.
Acara sosialisasi nilai-nilai Pancasila lewat musik ini menghadirkan sejumlah narasumber. Mereka adalah Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Prakoso, Anggota Komisi III DPR Sari Yulianti, musisi reggae Conrad GV, dan Wakil Rektor Unram Kurniawan. Acara dihadiri ratusan mahasiswa dan civitas akademika Universitas Mataram. Di acara ini sejumlah musisi membawakan lagu-lagu nasional dan bertemakan nasionalisme. Acara disiarkan secara live di akun YouTube BPIP.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya