Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bom Bunuh Di Polsek Astanaanyar

Moeldoko: Stop Aksi Ideologi Kekerasan

Rabu, 7 Desember 2022 16:55 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Foto: Dok. KSP)
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Foto: Dok. KSP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengecam keras tindakan terorisme yang terjadi di Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu pagi (7/12). Ia menegaskan, serangan bom bunuh diri tidak menguntungkan siapa pun dan mencederai nilai kemanusiaan.

“Ini aktivitas yang merugikan. Bayangkan jika pelaku dan korbannya adalah keluarga kita,” tegas Moeldoko, di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (7/12).

Berita Terkait : Bamsoet Kutuk Keras Bom Diri di Polsek Astanaanyar Bandung

Aksi bom bunuh di Polsek Astanaanyar, kota Bandung, terjadi pada pukul 08.20 WIB. Pelaku menerobos masuk ke tengah apel pagi dengan maksud melakukan serangan. Serangan bom bunuh diri mengakibatkan 2 orang meninggal dunia, yakni pelaku bom bunuh diri dan seorang anggota polisi.

Panglima TNI 2013-2015 ini menilai, peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astanaanyar menyadarkan semua pihak bahwa ideologi yang berlandaskan kekerasan tidak bermanfaat, baik untuk perjuangan ideologi maupun bagi kehidupan masyarakat.

Berita Terkait : Tim Gegana Ledakkan Sisa Bom Bunuh Diri Di Polsek Astanaanyar Bandung

“Hentikan segala ideologi kekerasan. Stop aksi bom bunuh diri. Apa untungnya bagi kita? Nggak ada. Yang ada cuma merugikan semua,” seru Moeldoko.

Moeldoko juga meminta semua pihak untuk melihat dan memaknai peristiwa bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar sebagai kejadian yang tidak berguna dan hanya membawa kerugian bagi semua masyarakat. Kejadian itu bukan sekadar kekerasan, tapi juga peristiwa kemanusiaan yang solusinya tidak bisa menggunakan jalan tunggal.

Berita Terkait : Bom Bunuh Diri Meledak Di Polsek Astanaanyar Bandung, Pelaku Tewas, 3 Polisi Luka-luka

"Kita perlu memperkuat modal sosial, keguyuban dan gotong royong sebagai peringatan dini untuk melihat lingkungan sekitar kita," pungkasnya.■