Dewan Pers

Dark/Light Mode

Raja Dan Sultan Se-Nusantara Berikrar Di Candi Borobudur

Menjaga Bangsa Merawat Budaya

Minggu, 11 Desember 2022 07:03 WIB
Para Raja dan Sultan Se-Nusantara foto bersama dalam acara Festival Adat Budaya Nusantara II (FABN II) yang digelar di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, sejak Jumat hingga Sabtu (9-10/12). Selain tuan rumah sekaligus ketua panitia acara Sri Paduka Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA), hadir juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan sejumlah perwakilan kerajaan mancanegara sebagai tamu kehormatan. (Foto: Ist)
Para Raja dan Sultan Se-Nusantara foto bersama dalam acara Festival Adat Budaya Nusantara II (FABN II) yang digelar di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, sejak Jumat hingga Sabtu (9-10/12). Selain tuan rumah sekaligus ketua panitia acara Sri Paduka Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA), hadir juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan sejumlah perwakilan kerajaan mancanegara sebagai tamu kehormatan. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk kedua kalinya, Festival Adat Budaya Nusantara sukses digelar. Kali ini, perhelatan akbar yang diikuti 264 raja, sultan, pemangku adat, dan tetua suku seantero Nusantara ini, menghasilkan deklarasi berisi komitmen untuk melestarikan, menjaga dan mengembangkan ragam adat dan budaya Nusantara demi keutuhan NKRI dan kemajuan Bangsa.

Festival Adat Budaya Nusantara II (FABN II) digelar di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jateng, sejak Jumat hingga Sabtu (9-10/12). Kali ini, Jawa Tengah menjadi tuan rumah, dan Sri Paduka Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangku Alam II menjadi ketua panitia. Pada hari pertama, Gubernur Ganjar Pranowo turut hadir dalam pertemuan para raja, sultan dan tetua adat yang hadir dan ikut mendengarkan pembacaan deklarasi kebangsaan yang telah dihasilkan mereka. Para pemangku adat se-Nusantara ini tergabung dalam wadah organisasi Masyarakat Adat Nusantara, disingkat Matra. Yang juga istimewa pada penyelenggaraan kali ini, sejumlah perwakilan kerajaan mancanegara juga hadir sebagai tamu kehormatan, yaitu Brunai Darussalam, Malaysia, Jepang, dan Thailand.

Selain berisi musyawarah para raja, sultan dan tetua adat se-Nusantara, FABN II juga diisi beragam acara yang menarik perhatian tidak hanya para undangan, tapi juga masyarakat hingga para wisatawan di kawasan Candi Borobudur. Di antaranya karnaval budaya, pesta rakyat, hingga pagelaran wayang hingga dini hari. Suasana sekitar kawasan Candi Borobudur pun sangat meriah.

Berita Terkait : Usai Satukan Raja Se-Nusantara Di Borobudur, Ganjar Suguhkan Pawai Budaya Kerajaan Ke Masyarakat

Ketua Panitia FABN II, KGPAA Mangku Alam II mengatakan, perhelatan ini kembali digelar untuk terus memperkuat silaturahim semua pemangku kerajaan, kesultanan dan lembaga adat se-Nusantara untuk memperkuat ketahanan adat dan budaya Nusantara yang merupakan salah satu sumber nilai jatidiri Bangsa. Dan dengan dihasilkannya deklarasi kebangsaan pada penyelenggaraan kali ini sekaligus membuktikan komitmen seluruh komponen Matra dalam menjaga keutuhan NKRI dan kemajuan bangsa dan negara.

“Tegasnya, jika ada hal-hal yang membuat kesulitan atau membahayakan negara, kami para raja, sultan dan pemangku adat yang tergabung dalam Matra akan bersikap,” tutur KGPAA Mangku Alam II yang juga merupakan Ketua Dewan Pendiri Matra.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menyerukan agar nilai budaya dijadikan salah satu solusi berbagai persoalan bangsa. "Kontribusi nilai-nilai budaya yang masih hidup, yang berkembang di setiap daerah itu bisa dikontribusikan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan. Mungkin nasional atau bisa regional atau lokal," kata Ganjar, Jumat (9/12).

Berita Terkait : Langkah ASDP Akuisisi PT Jembatan Nusantara Tingkatkan Pelayanan Jasa Pelayaran

Ganjar juga berharap melalui FABN II, kekayaan budaya Indonesia bisa semakin dikenal dunia. “Kita bisa menunjukkan kepada dunia bagaimana kekayaan ini kita miliki dan hidup. Mudah-mudahan semua tidak hanya melestarikan, tapi juga mengembangkan,” lanjut Ganjar.

Ketua Umum DPP Matra, Andi Bau Malik Barammamase Karaenta Tukkajannangang dari Gowa Sulawesi Selatan, mengapresiasi kehadiran Gubernur Ganjar Pranowo yang selama ini memang selalu mendukung eksistensi dan perkembangan para pemangku adat dan budaya se-Nusantara.

“Kami sangat senang dengan kehadiran Bapak Ganjar Pranowo, ini sebagai upaya untuk bagaimana pemerintah dapat melihat dan bisa bekerjasama dengan para raja serta sultan yang ada di Nusantara untuk melestarikan adat dan budaya,” ujar Andi Bau Malik Barammamase.

Berita Terkait : Heru Pastikan Moko Keliling Pangan Murah Jangkau Warga

Menurut KGPAA Mangku Alam II, kepedulian kepemimpinan nasional bagi eksistensi dan berkembangnya adat budaya nusantara sangat penting. “Jika Allah menghendaki beliau jadi pemimpin, maka Insya Allah kita akan sangat bersyukur karena beliau sangat berkomitmen pada nasib para raja, sultan, dan pemangku adat, dan akan didengarkan nasihat-nasihatnya. Kami sangat apresiasi terhadap kesediaan dan kepedulian beliau, karena kepedulian tidak perlu diucapkan tapi dengan tingkah laku sudah kelihatan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Festival Adat Budaya Nusantara diadakan pertama kali pada Agustus lalu, dengan Raja Klungkung Bali sebagai tuan rumah penyelenggara. Rencananya, Festival Adat Budaya Nusantara ke-III akan dilaksanakan di Sumatera Barat pada 2023 mendatang.