Dewan Pers

Dark/Light Mode

Merajut Nusantara Bakti Kominfo

Peran Teknologi Digital Pasca Pandemi Dan Perubahan Budaya Kerja

Kamis, 22 September 2022 20:24 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementrian Komunikasi dan Informasi (Bakti Kominfo) menyelenggarakan kegiatan Webinar Merajut Nusantara bertema "Peran Teknologi Digital Pasca Pandemi dan Perubahan Budaya Kerja" secara hybrid.

Narasumber yang hadir adalah Anggota Komisi I DPR Fraksi NasDem Muhammad Farhan, Presidium Riset & Teknologi PP PMKRI Adrianus Lalu, dan Praktisi Bidang Kehumasan & Komunikasi Publik Freddy Tulung Acara dipandu oleh MC Aida Nuraida dan dimoderatori oleh Asrizal.

Dalam pemaparannya Freddy Tulung mengutarakan bahwa Industrial Revolution atau disebut juga dengan digital economy start from industry tentang semakin berkembangnya zaman baik di dunia teknologi.

Berita Terkait : Wakil Komisi Energi DPR Dukung Digitalisasi Penyaluran BBM dari Kilang ke SPBU

Kemudian, dilanjut dengan Statistik Digital Indonesia yang merupakan data pengguna internet di Indonesia dengan teknologi harus dipahami dan segera dimulai karena sudah memasuki sendi kehidupan sehari-hari, menjadi kekuatan.

"Dari data yang ada merupakan data fakta dan realita digital di Indonesia yang menjelaskan bagaimana media mainstream berubah. Dulu kata kunci dari media adalah TV, Radio, koran dan majalah misalnya, dan sekarang pelan-pelan sudah mulai tergantikan oleh internet. Retail shop juga pun pelan-pelan mulai tutup dan beralih dengan ke marketplace yang semuanya berbasis pada digital online," kata Freddy, Kamis (22/9).

Sementara Adrianus Lalu mengutip tulisan Robert Pedrus soal tiga dimensi alam semesta yaitu fisik, mental, matematika. Fisik, ditentukan oleh perubahan iklim, gunung meletus, dan bencana.

Berita Terkait : Bank DKI Gandeng BPR Syariah HIK Parahyangan

Sedangkan mental ditentukan oleh kekuasan, penaklukan, dan perbudakan. Kemudian, matematika didominasi dengan imajinasi dan kemampuan mencipta serta memprediksi lewat data.

"Lalu masuk ke posisi kita saat ini yang paling tidak ada dalam lima klaster secara global yaitu, Revolusi Teknologi, World Polygamy, Global Village, Problem Identitas dan Social Cultural Change," tandas Adrianus.

Sedangkan Muhammad Farhan mengungkapkan, pertumbuhan penggunaan internet di Indonesia telah menunjukan perubahan yang sangat luar biasa sebagai negara pengguna internet nomor empat di dunia.

Berita Terkait : AP II Sebut Penerbangan Perdana Pasca Pembukaan Bandara Halim Lancar

Yang paling terasa peningkatannya adalah adanya e-commerce, ride hailing, telemedicine serta jasa kirim barang.

"Selama pandemi ini dari survei McKinsey antara lain, sebelum pandemi 30 persen responden memilih untuk bekerja secara hybrid, 62 persen bekerja di kantor, 8 persen bekerja jarak jauh. Saat pandemi, 52 persen responden memilih untuk hybrid working, 37 persen bekerja di kantor, dan 11 persen bekerja dari jarak jauh," ungkapnya.

Oleh karena itu, model atau sistem kerja hybrid (WFO dan WFH) akan menjadi trend yang terus berkembang, baik di kota-kota besar Indonesia maupun di seluruh dunia.
 Selanjutnya