Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Belanda akhirnya meminta maaf kepada negara-negara yang mengalami perbudakan selama 250 tahun. Termasuk kepada Indonesia. Netizen mengapresiasi, sekaligus minta ganti rugi.
Akun @buddykuofficial mengungkap pernyataan maaf Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte terkait peran negara itu dalam perdagangan budak. “Perdana Menteri Belanda minta maaf atas 250 tahun perbudakan,” ujarnya.
Baca juga : Nadia Mulya, Gugat Cerai Dastin
Akun @BonnieTriyana mengatakan, sudah 3 kali Belanda minta maaf. Pertama, pada 10 Maret 2020 Raja minta maaf atas kekerasan semasa perang kemerdekaan Indonesia (1945-1949). Kedua, pada 17 Februari 2022 Perdana Menteri Rutte minta maaf atas kekerasan Belanda di Indonesia 1945-49.
“(Ketiga) 19 Desember 2022 PM Rutte minta maaf atas praktik perbudakan Belanda di koloninya,” ungkapnya.
Baca juga : Tuan Rumah, Bisakah Husnul Khatimah...
Akun @SyahiduzZaman mengatakan, apa yang dilakukan Belanda merupakan tindakan positif dan penting. Perbudakan merupakan jenis kejahatan terhadap kemanusiaan yang tidak dapat diterima, dan harus diakui dan dimintai maaf.
“Permintaan maaf ini dapat menjadi langkah pertama memperbaiki hubungan antarbangsa di masa depan, dan menghapus stigma terkait dengan perbudakan,” ujar @SyahiduzZaman.
Baca juga : Dubes Belanda Gali Potensi Wisata Peninggalan Belanda Di Depok
Akun @LuqmanBeeNKRI mengatakan, selain minta maaf, Belanda juga harus dituntut ganti rugi. Di antaranya, karena kekayaan minyak bumi yang dikeruk selama Belanda menjajah bumi Nusantara. Bahkan, menurut info, Belanda membuat lebih dari 10 ribu sumur untuk mengeruk minyak di Nusantara.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya