Dark/Light Mode

Belanda Minta Maaf Melulu, Ganti Rugi Dong...

Jumat, 23 Desember 2022 09:05 WIB
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte. Foto: AFP
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte. Foto: AFP

 Sebelumnya 
“Maaf maaf melulu, ganti rugi donk,” ujar @TuhKan. “Ganti kerugian mate­rial dan imateril yang sudah dirampas Belanda selama penjajahan,” timpal @Youngnad.

“Buat saya, sebagai salah satu rakyat, kalau cuma minta maaf sampe 50 kali pun tidak akan bisa mengganti semua yang dilakukan Belanda saat penjajahan,” tambah @ReezzzShark.

Baca juga : Nadia Mulya, Gugat Cerai Dastin

Akun @Rahmansyah mengatakan, Belanda tidak jauh lebih baik dari Jepang meski telah meminta maaf atas perbudakan yang dilakukan. Setidaknya, Jepang masih mau mengganti dosa masa lalunya dengan dibangunnya Monas, Hotel Indonesia dan Jembatan Ampera. “Sedangkan Belanda sama sekali belum meniru Jepang,” ungkapnya.

Menurut @na_nurularifin, minta maaf Belanda oke-oke saja. Tapi, kembalikan ju­ga aset-aset bangsa Indonesia yang mereka kuasai. Belanda telah mengeruk kekayaan alam Indonesia untuk negaranya. “Jangan lupakan itu Mr. Rutte,” tuturnya.

Baca juga : Tuan Rumah, Bisakah Husnul Khatimah...

“Belanda harus minta maaf dan men­gakui kemerdekaan Indonesia. Kalau masalah kompensasi perang setelah 1945 dan duitnya kurang, ganti sama beasiswa 100 persen plus hidupnya di sana buat pendidikan anak Indonesia untuk belajar di sana,” tutur @adinathaeddo.

Sementara, @radixwp mengatakan, permintaan maaf Belanda seharusnya membuat Indonesia malu. Soalnya, Indonesia belum mau minta maaf atas pembantaian warga sipil Belanda selama Bersiaptij (Gedoran Depok, pembantaian di Malang, di Simpangsche Societeit oleh Bung Tomo dan lain-lain).

Baca juga : Dubes Belanda Gali Potensi Wisata Peninggalan Belanda Di Depok

“Btw (By the way) Hindia Belanda hapus perbudakan dalam proses 1860-1914,” ungkapnya. [ASI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.