Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jokowi Ngangguk Ditanya Soal Reshuffle

Tahun Baru, Menteri Baru

Selasa, 27 Desember 2022 07:02 WIB
Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers usai meresmikan Stasiun Manggarai. Hadir juga Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: YouTube Setpres)
Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers usai meresmikan Stasiun Manggarai. Hadir juga Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: YouTube Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi kembali memberikan kode keras saat ditanya soal reshuffle. Jika sebelumnya hanya menjawab "mungkin", kemarin kepala negara mengangguk mantap. Jika benar terjadi reshuffle, tahun baru bakal ada menteri baru nih...

Kode-kode itu disampaikan Jokowi ke wartawan di sela-sela peresmian pengembangan tahap 1 Stasiun Manggarai, Jakarta, kemarin. Jokowi yang masih mengenakan tali pengaman proyek warna oranye, diberondong wartawan dengan pertanyaan soal reshuffle.

Sampai-sampai Jokowi terlihat mengerutkan kening ketika menyimak pertanyaan tersebut. Bahkan, Jokowi sempat terdiam beberapa detik. Hingga awak media mengulang pertanyaan yang sama beberapa kali. "Ya, saya dengar," ucap Jokowi, tersenyum.

Gerrr... Wartawan dan para menteri yang mendampingi Jokowi hari itu pun, ikut tertawa kecil. Mereka antara lain Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Belum puas dengan respons Jokowi tersebut, awak media kembali mengejar Jokowi dengan pertanyaan yang sama. Hingga mantan Wali Kota Solo itu mengangguk mantap ketika ditanya apakah akan melakukan reshuffle dalam waktu dekat. "Reshuffle," jawab Jokowi sambil mengangguk dan tersenyum.

Lalu siapakah menteri-menteri yang akan di-reshuffle? Apakah menteri-menteri NasDem sebagaimana sempat disebutkan elit PDIP, Djarot Saiful Hidayat belum lama ini?

Berita Terkait : Diresmikan Jokowi, Manggarai Jadi Stasiun Sentral

Soal ini, Jokowi menjawab secara eksplisit. Ia hanya menunjukkan kode jari oke, seperti simbol tangan Oke Oce Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ketika maju di Pilgub DKI Jakarta lalu.

"Clue-nya (kode tangan) udah," kata Jokowi, sambil tertawa dan berlalu meninggalkan wartawan.

Sementara, Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara, Faldo Maldini mengatakan, kemungkinan reshuffle bisa saja dilakukan dalam waktu dekat. Karena di periode kedua ini, Jokowi punya modal besar untuk mengambil keputusan apapun. Tingkat kepercayaan dan kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi di berbagai lembaga survei cukup tinggi.

Sehingga, ia meyakini, apapun keputusan Jokowi saat ini akan didukung oleh rakyat. Termasuk mencopot menteri dari parpol pendukungnya.

"Tidak ada persoalan. Presiden mau reshuffle detik ini atau tidak, sangat mungkin. Rakyat percaya langkah yang Beliau ambil," kata Faldo, ketika dikonfirmasi, kemarin.

Bahkan, ia mengibaratkan Jokowi seperti pedagang yang lagi untung banyak. Sehingga tidak akan ragu-ragu mengambil keputusan, baik yang beresiko tinggi maupun rendah. "Besok mau reshuffle juga tidak ada soal, mau jelang habis juga tidak ada masalah," tambahnya.

Berita Terkait : PKB Sebut Januari Ada Reshuffle, Singgung Kinerja Menteri Bidang Pangan

Lalu apa kata NasDem? NasDem masih pede, bahwa menterinya tidak akan didepak di tengah jalan. Hal ini diutarakan oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai NasDem Ahmad Ali.

"Masak NasDem mau dibuang di tengah jalan? Pak Jokowi tidak akan melakukan itu," kata Ali, kemarin.

Ia kembali menegaskan, partainya tidak akan melanggar komitmen untuk mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf hingga 2024 mendatang. Jika pun benar menterinya dicopot, maka itu diyakini atas dasar kepentingan kabinet bukan urusan politik.

"Seperti memasukkan PAN itu kan hak prerogatif beliau. Itu bentuk komitmen pak Jokowi," tegasnya.

Bagaimana penilaian Pakar? Pakar komunikasi politik Lely Arianne menilai kode-kode yang ditunjukkan Jokowi soal reshuffle, memang sudah pada tahap tinggal eksekusi. Sudah bulat.

Namun, ia belum dapat memastikan, kapan reshuffle itu akan diumumkan. Apakah di bulan Januari 2023, sebagaimana disampaikan elit PKB, atau menunggu Hari Rabu Pon yang baru ada di tanggal 1 Februari 2023.

Berita Terkait : Tolak Desakan Reshuffle, NasDem: Syahrul dan Siti Nurbaya 2 Menteri Berprestasi

"Reshuffle itu memang hak prerogatif presiden. Kalau dia subjektif, memang harus kita terima. Demikian kuatnya hak prerogatif. Itu menjadi bagian yang bahkan tidak perlu diketahui orang lain alasannya, juga enggak apa-apa," kata Lely, tadi malam.

Menurutnya, keputusan reshuffle tidak melulu harus menggunakan pertimbangan kinerja. Ada beberapa indikator lain yang sangat menentukan, jika merujuk pada teori relasi patron klien.

"Klien itu kan harus punya loyalitas, kinerja dan komitmen. Kinerja cuma salah tiga. Loyalitas dan komitmen juga sangat menentukan. Sepanjang hilang salah satu dari tubuh si klien, bisa putus. Si klien ini bisa menterinya ataupun partai si menteri tempat bernaung," sambungnya.

Ia menyarankan, menteri-menteri dari NasDem mundur saja sebelum dicopot. Lely meyakini, menteri dari NasDem saat ini dalam kondisi gelisah basah dan tidak nyaman di kabinet, usai NasDem bermanuver mencapreskan sosok yang dinilai antitesa Jokowi, yakni Anies Baswedan.

Sebelumnya, Ketua DPP PKB Daniel Johan mengaku mendapat bocoran bahwa reshuffle akan digelar bulan Januari 2023. Namun, ia belum tahu siapa saja menteri yang akan dicopot. Yang pasti menteri dari partainya aman.