Dark/Light Mode

Sistem Pengolahan Sampah Sungai (SPAI)

Jumat, 30 Desember 2022 00:15 WIB
Kubus apung untuk menghalangi arus sampah (Foto: Istimewa)
Kubus apung untuk menghalangi arus sampah (Foto: Istimewa)

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkap, masih ada 59 persen sungai-sungai yang ada di Indonesia termasuk dalam pencemaran kategori "Tercemar Berat", yang rata-rata disebabkan oleh limbah maupun sampah. Menciptakan sebuah inovasi 'Sistem Pengelolaan Sampah Sungai (SPAI)' untuk memberikan solusi terbaik mengembalikan sungai bebas sampah, menjadi komitmen kami menjawab tantangan limbah yang berpotensi besar kian memburuk. Diadaptasi dari pengelolaan sampah sungai di Belanda yang bernamakan The Great Bubble Barrier, SPAI memiliki keunggulan dalam menangkap sampah (>1mm) secara total lebar dan kedalaman sungai dan dapat ditempatkan baik di sungai maupun di kanal-kanal kecil.

SPAI di antaranya memiliki komponen penting, yaitu :

1. Kubus apung, yang menjalani peran sebagai mendorong sampah ke permukaan atau menghentikan sampah mengalir lebih jauh ke hilir. 

2. Penghalang belembung, yang berfungsi mengarahkan sampah ke sisi badan air sungai. Lalu, sampah-sampah yang sudah terkumpulkan akan dimuat oleh Conveyor Belt (mesin angkut) untuk dibawa ke Tempat Penampungan Sampah Khusus Sungai.

Sejumlah uji coba yang sebelumnya pernah dilakukan di Belanda (adaptasi) menunjukkan tingkatan keberhasilan mencapai 86 persen sampah sungai bisa teratasi dengan cara ini. SPAI berpotensi mengelola sampah sungai untuk menciptakan materi yang bernilai tinggi (daur-ulang) dibandingkan materi yang aslinya maupun mengurangi polusi sampah.


SPAI dimulai dari kinerja sistem penghalang gelembung yang dibuat dengan memompa udara melalui tabung dengan lubang yang diletakkan secara diagonal di dasar sungai. Gelembung yang naik memanfaatkan arus sungai menciptakan arus ke atas yang membawa sampah ke permukaan. Aliran air yang terbentuk dari tirai gelembung mengarahkan sampah ke permukaan air, sistem ini juga dimodifikasi dengan penggunaan kubus apung untuk menahan sampah agar tidak mengambang lebih jauh ke hilir.

Baca juga : Sinar Mas Dukung Penanganan Gempa Cianjur

Kubus apung juga didesain dari bahan material HDPE yang tahan dan bekerja otomatis mengikuti ketinggian air, sehingga mampu menahan sampah yang sudah tertumpuk agar tidak terus mengalir. Kubus apung ini juga memudahkan SDM untuk melakukan monitoring atau pengecekan terhadap kondisi sungai, limbah, dan kinerja sistem.

Memahami arus malam dan siang pada sungai memiliki perbedaan tekanan dan arah, kami mencoba memvariasikan tekanan udara yang mengalir melalui tabung, disertai dengan kubus apung yang memaksimalkan potensi kumpulan sampah pada satu tempat. Setelahnya, sampah yang sudah menumpuk di tepi sungai akan ditangkap dan diangkut melalui sistem konveyor menggunakan tenaga surya, sehingga sangat ramah lingkungan. Bucket conveyer terendam di pintu air sebagai pengangkut sampah yang terapung pada permukaan sungai, sedangkan belt conveyer pada sistem menjadi pembawa sampah ke wadah yang telah disediakan. 

Penampungan sampah melalui sistem konveyor kemudian dijadikan dalam beberapa wadah untuk dipilah dan seterusnya didaur ulang, disiapkan belasan wadah yang telah diatur rotasinya sehingga tidak banyak membutuhkan tenaga manusia untuk mengganti wadah setiap sampah sudah penuh. Isi wadah dan rotasi penggantiannya tergantung kepada kecepatan, aliran sungai, dan kepadatan sampah yang terperangkap. Sampah yang sudah dipilah kemudian didistribusikan untuk diolah berdasarkan kegunaannya. Adapun kapasitas maksimal dari satu unit sistem ini secara keseluruhan dapat menampung sekitar 20 ton sampah perhari.

Konveyor bekerja ramah lingkungan dan dilengkapi penggerak rantai dan motor DC guna bergerak otomatis sesuai kondisi laju aliran sungai dan banyaknya sampah yang diangkut. Kinerja konveyor juga diupayakan menyesuaikan laju air sungai, sebagaimana jika laju aliran sungai meningkat maka kecepatan konveyor bekerja harus meningkat dan jumlah laju aliran udara di sekitar juga meningkat. Membutuhkan estimasi biaya pasang panel surya sebesar Rp 10-15 juta yang memastikan solar yang terpasang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan tidak menimbulkan polusi di sekitar.

Konveyor sederhana dengan estimasi harga Rp 7 juta-Rp 10 juta diproyeksikan dapat memenuhi standar kinerja. Sementara itu, penghalang gelembung adalah tabung yang terbuat dari PVC, dengan lubang di dalamnya. Tabung ini diperkuat dengan kabel baja dan dipasang di bagian bawah di beberapa titik dengan baja atau balok beton (daur ulang). Aerator yang telah dimodifikasi dan disesuaikan dengan ukuran pipa dan tekanan air sungai diestimasikan membutuhkan biaya sebesar Rp 1 juta-Rp 3 juta, efektif menggiring alur sampah dan tidak menghalangi ekosistem di dalam sungai. Pada sistem ini, sampah-sampah akan terhalangi oleh kubus apung dan akan diarahkan menuju sisi sungai yang sebelumnya telah disediakan wadah-wadah menuju Tempat Pembuangan Sampah Khusus Sungai (TPSKS). 

Dengan berkurangnya volume sampah sungai, sistem SPAI telah mempersiapkan metode untuk mengolah sampah menjadi barang yang dapat digunakan kembali untuk kehidupan masyarakat, dampak ini akan memberikan perubahan 30-75 persen berkurangnya limbah domestik maupun industri yang terbuang begitu saja. Tujuan kami dalam membentuk inovasi SPAI adalah mereduksi emisi karbon yang dihasilkan oleh sampah.

Baca juga : Dukung Son

Riset mengatakan bahwasanya ada 18,95 juta ton Gas Rumah Kaca atau setara karbon yang dihasilkan oleh 37,91 juta sampah organik di tahun 2018. Sehingga, upaya yang akan kami lakukan, yaitu: Memilah sampah sesuai dengan jenisnya, untuk dapat didaur ulang berdasarkan kegunaannya. Langkah ini perlu melakukan kolaborasi lebih lanjut bersama masyarakat sekitar untuk melihat standarisasi sampah yang dapat didaur ulang berdasarkan jenisnya, baik sampah organik yang dapat dikelola menjadi pupuk, hingga sampah anorganik yang dapat dimanfaatkan kembali. Salah satu produk pemanfaatan dari sampah ini adalah ecobricks yang nantinya dapat disusun di tepian sungai guna menjadi nilai estetika tersendiri bagi lingkungan sekitar sungai. 

Selain itu, kami juga akan mencoba mengolah sampah dengan standarisasi tinggi untuk menjadi kerajinan tangan. 

a. Pendistribusian sampah organik kepada masyarakat sekitar yang digunakan sebagai pakan ternak, pembuatan kompos dan pupuk organik cair. Pemanfaatan sampah dengan cara tersebut dapat membantu finansial pihak terkait, disamping mengurangi timbunan sampah yang diangkut. 

b. Pendistribusian sampah anorganik kepada para pengrajin maupun masyarakat sekitar untuk dibuatkan menjadi produk dan jasa kreatif. 

Memfasilitasi TPAKS Menerapkan Cara Sanitary Landfill

Sistem pengelolaan atau pemusnahan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya, dan kemudian menimbunnya dengan tanah ini dilakukan bagi sampah dengan pemanfaatan lahan yang luas di sekitar, guna meminimalkan dampak sampah terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. 

Baca juga : Brasil Unggulan Juara Dunia Di Qatar

Kolaborasi dengan Pihak dan Pabrik Sekitar

Dikelilingi oleh pabrik, seperti pabrik pupuk rumahan dan pabrik tekstil, kami berharap dapat berkerja sama untuk mengurangi timbunan sampah. Kegiatan edukatif terkait SPAI yaitu memberikan kegiatan berupa sosialisasi dan pembinaan edukatif. Kami juga ingin memberikan dampak ini dengan dibantu oleh Agent of Change yaitu Green Generation yang dimulai dari Kota Bandung maupun Indonesia untuk bersama-sama membagikan dan mengenalkan SPAI, membagikan cara pengolahan sampah yang baik, dan pola hidup bersih.

Besar harapan SPAI agar dapat menjawab tujuan Climate Action dan sanitasi yang baik di Indonesia, khususnya permasalahan sampah sungai. Selain mencemari air sungai, pembuangan limbah atau sampah juga dapat mencemari proses air tanah sehingga dapat berbahaya jika masuk pada aliran air yang dikonsumsi manusia. 

Bukan hanya ekosistem sungai saja yang terganggu, jika hujan deras dengan skala besar pun dapat mengakibatkan banjir. Metode pemanfaatan limbah pada tindak lanjut kinerja sistem SPAI ini juga diharapkan dengan menggunakan bahan baku limbah padat daur ulang, bisa menghemat energi dan biaya daripada menggunakan bahan baku langsung dari alam.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.