Dark/Light Mode

Gunung Marapi Erupsi, BKSDA Sumbar Evakuasi 40 Pendaki

Sabtu, 7 Januari 2023 19:26 WIB
Erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat, Sabtu (7/1). (Foto: PVMBG)
Erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat, Sabtu (7/1). (Foto: PVMBG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) segera mengevakuasi pendaki yang berada di Gunung Marapi, menyusul erupsi yang terjadi pada Sabtu (7/1) pukul 06.11 WIB.

Terkait hal itu, Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono mengatakan, evakuasi dilakukan setelah ada informasi kondisi erupsi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Apabila erupsi menurun, baru kita lakukan penyisiran. Tentunya, kondisi ini juga untuk keselamatan tim evakuasi," katanya.

Menurutnya, pada sebanyak 40 orang pendaki berada di Gunung Marapi saat erupsi pada Sabtu (7/1) sekitar pukul 06.11 WIB.

Baca juga : Dukung Pariwisata Bali, YYADU Ajak Semua Pihak Atasi Sampah Laut

"Sebanyak 20 orang melakukan pendakian pada Kamis (5/1), dan 20 orang melakukan pendakian pada Jumat (6/1)," kata Ardi, merujuk berdasarkan data pengunjung yang tercatat di Pos BKSDA Gunung Marapi.

Dia bilang, seluruh pendaki rata-rata hanya mendirikan tenda pada tebing batu bawah. Namun, 20 orang pendaki tersebut sudah menuju turun ke bawah. Sementara 20 pendaki lainnya masih di cadas.

"20 orang pendaki, kemungkinan sudah mulai turun ke bawah," katanya.

 

Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Marapi, Sumatera Barat. (Foto: PVMBG)

Baca juga : Gandeng Kampus, BNPP Kembangkan Potensi Kawasan Perbatasan Paloh

 

Sebelumnya, BKSDA Sumbar telah menutup jalur pendakian ini pada akhir tahun 2022, hingga 2 Januari 2023. Namun, BKSDA Sumbar kembali menutup jalur pendakian, setelah Gunung Marapi erupsi pada Sabtu (7/1) ini.

"Salah satu alasan mengapa ditutup jalur pendakian pada Desember 2022 sampai 2 Januari 2023, akibat aktivitas gempa meningkat," kata Ardi Andono.

Gunung Marapi mengalami erupsi pada Sabtu (7/1) sekitar pukul 06.11 WIB, dengan tinggi kolom abu teramati ± 300 meter di atas puncak (± 3.191 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu, dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara.

Baca juga : Kurang Sabar, Rumbay Gagal Menembus 4 Besar

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 13,4 mm dan durasi sekitar 45 detik.

Saat ini, Gunung Marapi berada pada Status Level II atau waspada dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunungapi Marapi. Pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki Gunung Marapi pada radius tiga kilometer dari kawah/puncak. ***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.