Dewan Pers

Dark/Light Mode

Perlu Cara Cerdas Bumikan Pancasila

Senin, 30 Mei 2022 06:05 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Pancasila itu bukan agama, tapi dari agama. Itu ungkapan masyhur dari seorang Guru Sufi besar asal Tasikmalaya Syeikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul 'Arifin. Itulah sejatinya sikap bangsa Indonesia.

Karena demikian sikap jiwanya, maka seluruh agama di Tanah Air harus menjadi barisan pembela dan pengaman Pancasila. Jangan sampai ada pihak-pihak yang ingin mengotak-atik Pancasila. Jangankan itu, menyentuh pun tidak boleh.

Berita Terkait : Semua Berujung Di Tangan Luhut

Pancasila bukan untuk umat Islam, Pancasila untuk bangsa Indonesia. Begitu kata Hadrotus Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul. Ya, Pancasila adalah falsafah kebangsaan, yang diambil nilai-nilainya dari agama.

Oleh karena demikian, agenda seluruh komponen bangsa ini meng-updates konteksnya dan pesan nilainya agar bisa diterima sebagai falsafah hidup generasi milenial. Tak hanya mereka, bahkan generasi zillenials. Generasi penghuni separuh kewarganegaraan Indonesia.

Berita Terkait : Andika Dan Kerinduan

Mengintrodusir nilai-nilai kebangsaan dalam Pancasila perlu packaging dan medium yang menarik selera generasi smart gadget. Generasi Z sering abai dan tidak peduli dengan values “di mana bumi di pijak, di situ langit di junjung”. Entahlah kenapa.

Perlu cara cerdas dan kreatif bagi para pemangku negara dalam memberlakukan kebijakan dan program ideologisasi Pancasila untuk rakyat. Tidak bisa lagi cara-cara old style. It does not work at all.

Berita Terkait : Kapan Akan Turun?

Kepada para anggota Dewan yang tidak punya sense of crisis, mending mundur saja. Kita memerlukan wakil rakyat yang mengerti prioritas apa yang diusulkan dan diputuskan di masa pandemi ini dan pascapandemi nanti.

Semoga semua menyadari bahwa pembahasan Pancasila sudah selesai. Mari sambut era new normal dengan menjalankan norma-norma Pancasila. ■