Dark/Light Mode

PDIP Absen Di Silaturahmi Jokowi

M. Qodari Sebut Game Changer Akibat Batalnya Piala Dunia U-20 Kini Terbukti

Minggu, 2 April 2023 17:27 WIB
M. Qodari. (Foto: Ist)
M. Qodari. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari mengatakan, analisanya soal gagalnya Piala Dunia U-20 di Indonesia menjadi game changer pada Pemilu 2024 kini mulai terbukti.

Hal itu dikatakan Qodari merespons ketidakhadiran Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di acara silaturahmi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para ketum parpol yang digelar di DPP PAN, Jakarta Selatan, Minggu (2/4).

Qodari menduga, absennya PDI Perjuangan pada acara tersebut mengindikasikan keretakan hubungan antara Megawati maupun elit PDI Perjuangan yang dilandasi oleh perbedaan sikap mengenai Piala Dunia U-20.

Baca juga : Jokowi Jamin Israel Main di Piala Dunia U-20

"Menurut saya inilah salah satu pertanda dari statement saya sebelumnya bahwa batalnya Piala Dunia U-20 di Indonesia dapat menjadi game changer atau variabel untuk mengubah konstelasi politik di Indonesia,” ujar Qodari dalam keterangannya, Minggu (2/4).

Dikatakan Qodari, meskipun PDIP memberikan alasan ketidakhadirannya, tetapi atmosfer memanasnya hubungan antara Presiden Jokowi dan PDIP itu sangat terasa.

Qodari pun menilai, ada pergeseran konstelasi yang berpotensi memunculkan tiga poros pada Pilpres 2024 mendatang.

Baca juga : Erick Pastikan, Lapangan Piala Dunia U20 Keren

“PDI perjuangan memang mengatakan bahwa mereka tidak hadir karena suratnya ditujukan kepada Ibu Mega dan mereka tidak dapat hadir, lalu ketidakhadiran itu tetap bisa diinterpretasikan bahwa ya ini potensi akan ada tiga blok ke depan,” ucap Qodari.

“Blok perubahan, blok PDI Perjuangan dan blok Kabinet Indonesia Bersatu,” sambungnya.

Qodari melanjutkan, munculnya poros Kabinet Indonesia Bersatu sebagai wujud komitmen dukungan dari para Ketum Parpol yang menjabat sebagai menteri dalam konteks kandidat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang direstui oleh Presiden Jokowi.

Baca juga : DPR Apresiasi Gerak Cepat Erick Thohir Agar Stadion Piala Dunia U-20 Tak Dicoret FIFA

“Semacam kebulatan tekad ya, dari pak Zulkifli Hasan dan itu bisa mengindikasikan bahwa sekali lagi bisa terjadi perubahan konstelasi pada hari ini terutama dalam konteks pencalonan calon presiden 2024,” tukas Qodari.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan berharap, lima ketua umum parpol mendukung pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kelima ketum Parpol itu adalah ketum PAN, Golkar, Gerindra, PKB dan PPP.

"Insya Allah semakin solid, kompak, satu hati, satu pemikiran, insyaallah satu pilihan di bawah komando Bapak Presiden," kata Zulhas.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.