Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Pada closing statement-nya, Wirawan menjelaskan istilah audit forensic, sama seperti halnya istilah kedokteran. Terkait Fraud Audit, dia berharap, lebih baik mencegah daripada mengobati.
Sedangkan narasumber dari BPR Sejahtera, Moh. Eron Siata mengatakan, sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 7/SEOJK.03/2016 tentang Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Perkreditan Rakyat, adalah suatu kegiatan pemberian keyakinan dan konsultasi, yang bersifat independen dan objektif.
Baca juga : KLHK Gelar Uji Emisi Akbar Dan Kenalkan Si Umi
Tujuannya, demi meningkatkan nilai dan memperbaiki operasional perusahaan, melalui pendekatan sistematis. Caranya, dengan mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian, dan proses tata kelola perusahaan.
Narasumber lainnya, Dr. Surtikanti dari Unikom Bandung, menjelaskan motivasi penyajian laporan keuangan yang curang cukup beragam. Salah satunya, untuk memberikan dukungan agar harga saham tetap tinggi. Atau untuk dukungan penawaran obligasi dan saham.
Baca juga : Mendes PDTT: Inovasi Berkelanjutan Dalam Logo Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara
Tekanan yang didapat oleh pihak manajemen juga menjadi salah satu motivasi atas kecurangan laporan keuangan.
Selain itu, Surtikanti juga berpesan, bahwa prodi Akuntansi menjadi ujung tombak akuntan. Sehingga Prodi Akuntansi harus membetuk karakter jujur, berpegang teguh pada prinsip, jika ingin selamat dunia akhirat. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya