Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gus Yahya: NU Bukan Parpol, Nggak Pantas Ngomongin Politik Sama Presiden
Jumat, 9 Juni 2023 14:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menegaskan, organisasi yang dipimpinnya tidak akan terlibat kegiatan politik praktis. Sebabnya jelas, PBNU bukan partai politik (parpol).
"Nggak patut ini, NU masak ngomong politik tidak pada tempatnya," kata Gus Yahya saat ditanya apakah pertemuan dirinya dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (9/6), membahas soal politik.
Gus Yahya menekankan, NU bukan organisasi yang berhak mengajukan calon untuk Pemilu. Itu adalah domain parpol.
Baca juga : Ratusan Nelayan Kabupaten Pangandaran Sepakat Dukung Ganjar Presiden 2024
"Kami bukan partai politik. Jadi, kami tidak dalam posisi untuk mengajukan calon. Silakan dipikir sendiri oleh parpol-parpol itu," bebernya.
Berkali-kali, Gus Yahya mengatakan, NU bukan parpol. Di Pemilu 2024, NU memposisikan diri untuk mencegah terjadinya perpecahan di masyarakat.
"Saya tuh bolak-balik teriak-teriak soal ini. NU bukan parpol, NU tidak dalam posisi untuk memberikan dukungan politik," tandas mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu.
Baca juga : Kontrak Politik NasDem Baru Kelar Oktober 2024
"Satu-satunya yang akan dilakukan NU terkait ini adalah berusaha sekuat tenaga. Menjaga masyarakat tetap tentram, tetap harmonis, tidak terjadi antagonisme, dan tidak terjadi permusuhan antar-kelompok gara-gara agenda politik," jelas kakak kandung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Gus Yahya menuturkan, Pemilu merupakan bagian dari prosedur untuk memilih pemimpin. Siapa pun pemimpin yang terpilih nanti, harus didukung oleh masyarakat.
"Harus didukung, harus ditaati. Kita tidak perlu menerus-neruskan antagonisme di antara pendukung yang berbeda-beda," cetus Gus Yahya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya