Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Ganjar: Industri Kreatif Bukan Cuma Karya, Tapi Aset Nasional

Sabtu, 22 Juli 2023 18:03 WIB
Bakal Calon Presiden dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo melakukan pertemuan dengan pelaku industri kreatif di Cibinong pada Sabtu (22/07/2023).
Bakal Calon Presiden dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo melakukan pertemuan dengan pelaku industri kreatif di Cibinong pada Sabtu (22/07/2023).

RM.id  Rakyat Merdeka - Bakal Calon Presiden (Bacapres) dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo melakukan pertemuan dengan pelaku industri kreatif di Cibinong pada Sabtu (22/07/2023).

Turut serta dalam pertemuan tersebut, diantaranya Gibran Rakabuming Raka (Walikota Solo), Bima Arya (Walikota Bogor), Young Lex (Content Creator), Aldo Sianturi (Pegiat Musik Digital), Once Mekel (Musisi) dan banyak pelaku kreatif serta seniman lainnya.

Ganjar mengungkapkan bahwa dirinya merasa terhormat dapat berada di Bogor, dikelilingi oleh begitu banyak musisi, seniman, dan kreator yang menginspirasi dengan karya-karya yang sangat berarti bagi komunitas dan bagi negara karena mampu mempersatukan banyak orang.

Baca juga : Pandawa Ganjar Gelar Kompetisi Bulu Tangkis Anak Muda Kalimantan Di Jakarta

Menurutnya, industri kreatif Indonesia punya masa depan yang luar biasa cerah, karena Indonesia punya budaya yang sangat kaya dengan 1400 suku bangsa.

"Postur yang kaya seperti ini tidak dimiliki oleh negara lain. Bahan mentah terkait seni budaya begitu kaya di Indonesia dan sekali lagi tidak dimiliki oleh negara lain,” ungkap Ganjar Pranowo lagi.

Maka, tambah Ganjar, Indonesia bisa belajar dari Korea Selatan yang maju memonetisasi budaya K-pop sejak 2014. Bukan hanya musik, tetapi juga film, kuliner, dan banyak lainnya.

Baca juga : Ganjar Milenial Kembangkan Skill Perempuan Dengan Pelatihan Eyelash Dan Nail Art

“Korea untuk mempersiapkan itu butuh 20 tahun. Padahal dulu tidak diperhitungkan dan lebih dulu Jepang. Selain itu, Korea Selatan berdiri hanya beda 2 hari dari Indonesia. Artinya apa? Kita pasti juga bisa," imbuhnya.

Ganjar bertanya kepada audiens yang hadir apakah Indonesia bisa seperti Korea.

“Kalau Indonesia mau seperti Korea bisa nggak? Bisa. Tapi harus ada political will untuk mengangkat industri budaya, industri kreatif, khususnya di sisi politik anggaran dan aturan. Ingat kita punya 17 subsektor di bawah industri kreatif,” tegas pria berambut putih tersebut.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.