Dark/Light Mode

Ini Data Sejumlah Penelitian Ilmiah Dampak Penyiraman Air Untuk Tekan Polusi

Minggu, 27 Agustus 2023 19:40 WIB
Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Gulkarmat DKI Jakarta menyiram sejumlah ruas jalan protokol, Jumat (25/8). Pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengendalian Pencemaran Udara pada Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. (Foto: Ist)
Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Gulkarmat DKI Jakarta menyiram sejumlah ruas jalan protokol, Jumat (25/8). Pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengendalian Pencemaran Udara pada Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengendalian Pencemaran Udara pada Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi untuk menyiram sejumlah ruas jalan demi mengurangi polusi mendapat sorotan. Pakar kesehatan menyebut ada sejumlah pro dan kontra efektivitas cara itu mengurangi polusi udara.

Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan, memang harus betul-betul dianalisa secara ilmiah cara apa yang akan digunakan untuk mengatasi polusi udara yang masih terus buruk pada hari-hari ini. Menurutnya, ada sejumlah penelitian memberikan data ilmiah hasil yang beragam tentang upaya penyemprotan jalan.

Penelitian di China yang dimuat dalam Jurnal Ilmiah “Toxics” bulan Juni 2021 jelas menyebutkan “Large-Scale Spraying of Roads with Water Contributes to, Rather Than Prevents, Air Pollution”.

"Jadi disebut bukannya mencegah tapi justru manmbah polusi," ungkap Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI dalam keterangan tertulis, Minggu (27/8).

Baca juga : RI Dan Swedia Kerja Sama Pengelolaan Sampah Ke Energi Terbarukan

Prof. Tjandra menjelaskan, penelitian ini menyatakan bahwa menyemprotkan air dalam jumlah besar ke jalan cenderung meningkatkkan konsentrasi PM 2,5 dan juga kelembaban.

Namun, ada juga yang berpendapat berbeda. Seperti dimuat di Jurnal “Environmental Chemistry Letters volume” tahun 2014, yang menyebutkan penyemprotan air secara  geoengineering dapat menurunkan kadar polusi PM 2.5 secara efisien.

"Tetapi memang metodologi penelitian tahun 2014 ini tidaklah selengkap penelitian di jurnal “Toxic” (yang juga tahunnya lebih baru, 2021) sehingga secara ilmiah kita jelas membandingkan ke dua nya," ujarnya.

Kemudian, laporan penelitian lanjutan di Maret 2022 yang dipublikasi di Jurnal ilmiah “Proc. ACM Interact. Mob. Wearable Ubiquitous Technol.” memberi perspektif yang berbeda pula. Peneliti ini menggunakan metode “iSpray (Intellegent Spraying)”, suatu desain software baru tentang tehnik penyemprotan air yang lebih baik.

Baca juga : Pengaruh Geopolitik Dan Ketahanan Ekonomi Di Tahun Politik

"iSpray dengan intelegensia memberi cara penyemprotan yang lebih efisien dan memberi dampak baik pula pada penanganan polusi udara," tambahnya.

Menurutnya, India pernah juga mencoba menyemprotkan air di polusi udara kota New Delhi, tetapi tidak memberikan hasil yang memadai dan dituliskan di “The Times of India” November 2020 bahwa “Delhi: Spraying water may not get you clean air”.

Prof Tjandra menambahkan, mungkin penyemprotan air akan ada gunanya hanya pada daerah yang sedang banyak membangun gedung dan menimbulkan debu, yang kalau terbawa angin dapat menyebabkan debu itu tersebar menjadi lebih luas.

Di pihak lain, di taman kota New Delhi seperti Nehru Park (tidak terlalu jauh dari kantor KBRI) pernah pula dicoba disemprotkan semacam uap/kabut air, melalui cerobong besar, jadi air dari tangki lalu disalurkan ke mesin dan disemprotkan sudah dalam bentuk uap / kabut air.

Baca juga : Patuh Prudential Banking, BNI Siap Terapkan Aturan Modal Minimum Baru

"Walau ini tentu juga belum ada kajian ilmiah yang tegas pula," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.