Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Budiman Sudjatmiko: Prabowo, The Man Of Idea

Rabu, 6 September 2023 19:35 WIB
Eks politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko saat diskusi Kenapa Aktivis Mendukung Prabowo? di Rumah Pemenangan Prabowo 08, Jakarta Pusat, Rabu (6/9). Foto: Istimewa
Eks politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko saat diskusi Kenapa Aktivis Mendukung Prabowo? di Rumah Pemenangan Prabowo 08, Jakarta Pusat, Rabu (6/9). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan politisi PDI Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko menjelaskan alasan mendukung Prabowo di Pilpres 2024.

Budiman menilai jagoannya itu memiliki ide dan gagasan menjawab tantangan bangsa ke depan. Sekalipun, jagoannya itu kerap diisukan terkait hak asasi manusia (HAM).

"Saya berani mengatakan he is the man of idea," ujar Budiman, ketika menjadi pembicara di acara diskusi bertajuk ‘Kenapa Aktivis Mendukung Prabowo?’ di Rumah Pemenangan Prabowo 08, Jakarta Pusat, Rabu (6/9).

Budiman menceritakan pertama kali bertemu dengan Prabowo di Tahun 2002 ketika baru pulang dari Jordan. Terakhir, bertemu di Semarang, 18 Agustus 2023 saat deklarasi relawan Prabowo Budiman (Prabu).

Baca juga : Partai Garuda Labuhkan Dukungan Untuk Prabowo, Ini Alasannya

Sepanjang perkenalan itu, Budiman menilai Prabowo sosok pemimpin penuh ide. Aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini menekankan pentingnya ide yang dibawa oleh politisi.

Catatannya, banyak orang terjun politik modalnya hanya kehendak berkuasa. Mereka tidak punya alasannya, kenapa terjun ke dunia politik. Nah, Prabowo memiliki beragam ide dan gagasan tersebut.

Budiman turut menyebut Prabowo sebagai sosok intelektual. Dia menyoroti wawasan literasi Prabowo di tengah latar belakangnya sebagai seorang militer di rezim otoriter Orde Baru.

"Bahkan saya berani katakan dan ini belum pernah diketahui orang, sebenarnya dia sosok intelektual yang pernah berseragam militer. Saya paham betapa sunyinya pada saat itu, betapa lonely-nya beliau, tentara, besar di era Orde Baru, suka baca. Itu siksaan," ujar Budiman.

Baca juga : Untuk Dampingi Prabowo, Jalan Erick Makin Terbuka

Budiman menambahkan, modal wawasan tersebut dinilai menjadi modal bagi Prabowo sebagai seorang calon pemimpin di Indonesia. Budiman menyebut Prabowo sebagai tokoh intelektual di balik seragam militer.

"Tapi seseorang intelektual dalam tubuh tentara dan besar di era Orde Baru, itu kesunyian luar biasa. Ketika saya bertemu pertama kali 2002 sampai terakhir saya berani katakan ada satu yang orang belum banyak tahu, dia sosok intelektual dengan seragam militer pada masanya," pungkasnya.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menyambut baik dukungan aktivis 98 kepada Capres Prabowo Subianto.

Dukungan itu, dapat diartikan sebagai penangkal atau jawaban atas beragam tudingan isu-isu hak asasi manusia (HAM) atas Prabowo.

Baca juga : Dapat Dukungan Gelora, Prabowo Makin Bergelora 

"Ini menjawab tuduhan dan fitnah. Saya anggap mereka pejuang untuk rakyat," ujar Hashim.

Diketahui, beragam isu HAM menyasar Prabowo setiap menjelang kontestasi Pilpres. Prabowo, dianggap terlibat dalam peristiwa menuju sejarah Reformasi 98.

Kala itu, Sang Menteri Pertahanan menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Namun, di dalam diskusi tersebut, justru para aktivis 98 mendukung Prabowo di Pilpres 2024.

Mereka adalah, Ketua Umum (Ketum) Partai Rakyat Demokratik (PRD) Budiman Soejatmiko, Imanuel Ebenezer yang sempat mendirikan Jokowi Mania dan kini menjadi Prabowo Mania. Kemudian, aktivis Forum Kota (Forkot) Husny Mubarok Amir dan Poltak Agustinus Sinaga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.