Dark/Light Mode

Beredar Daftar Reshuffle, Pratikno: Hoax!

Kamis, 23 November 2023 08:21 WIB
Hoax daftar reshuffle. (Foto: Setneg)
Hoax daftar reshuffle. (Foto: Setneg)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah panasnya suhu politik dan merenggangnya hubungan antara PDIP dengan Presiden Jokowi, tiba-tiba muncul kabar akan ada reshuffle. Kabar ini, muncul lewat surat yang ditandatangani Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. Surat tersebut berisi daftar menteri yang bakal direshuffle. Namun, Pratikno langsung membantah surat tersebut. Dia bilang, itu hoax!

Surat yang tersebar di media sosial dan pesan di banyak group-group whats'app (WA) itu, menggunakan logo Kemensetneg di bagian atas dan tandatangan Pratikno di bagian bawah. Surat itu, diberi judul  reshuffle Ke-7 Kabinet Indonesia Maju yang diusulkan dan telah disetujui oleh Presiden Republik Indonesia. 

Dalam surat tersebut, terdapat tabel yang berisi daftar 13 kementerian dan lembaga yang akan direshuffle.

Dalam waktu singkat, surat tersebut langsung beredar di masyarakat. Mulai dari media sosial sampai pesan di group WA. Ada yang kemudian mengaitkan ini dengan isu reshuffle yang sekarang sedang rame disuarakan. 

Menanggapi hal itu, Pratikno langsung membantahnya. Dia mengatakan, salinan daftar reshuffle ke-7 yang telah disetujui Presiden Joko Widodo tersebut, tidak benar. “Hoax,” tegas Pratikno, ketika dihubungi wartawan, Rabu (22/11/2023).

Baca juga : Bantuan Ke Gaza Diantar Besok Pakai Hercules, Kemlu Pastikan Semua Bisa Masuk

Pratikno meminta masyarakat tidak mudah termakan isu yang berkembang, dan lebih teliti dalam menerima informasi. Sebab, saat ini banyak beredar berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Ini menunjukkan banyaknya hoax yang harus diwaspadai,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan, setelah pergantian Panglima TNI dari Laksamana Yudo Margono ke Jenderal Agus Subiyanto, belum ada rencana untuk reshuffle selanjutnya.

Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana ikut berkomentar. Dia mengatakan, pengangkatan dan pemberhentian menteri merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo. Namun, dia mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai kabar yang belum dipastikan kebenarannya. 

“Kami mengimbau publik melakukan check dan recheck dan tidak mudah percaya pada informasi dan berita yang tidak berasal dari sumber yang resmi dan kredibel,” katanya, kepada wartawan, Rabu (22/11/2023).

Lalu, bagaimana respon partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintahan Presiden Jokowi, apa isu reshuffle tersebut bakal kejadian? Ketua DPP Partai Golkar, Dave Akbarshah Fikarno Laksono enggan menanggapinya. 

Baca juga : Martinez Dan Daftar Kiper Terbaik Dunia

“Kan sudah dijelaskan oleh Istana kalau itu hoax. Sudah lah, nggak usah di perlebar,” ujar Dave, kepada Rakyat Merdeka, semalam.

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira juga menyampaikan hal senada. “Hoax, nggak perlu dikomentari,” ujarnya  singkat.

Sementara Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai, isu reshuffle kembali muncul ke permukaan karena ada salah satu pembantu Presiden Jokowi yang tersandung masalah hukum dan belum diganti. 

“Secara yuridis, kemungkinan reshuffle mengemuka masih besar karena ada menteri atau wakil menteri yang tersangkut kasus hukum,” sebutnya, saat dikontak Rakyat Merdeka.

Diketahui, saat ini Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hiariej tengah menyandang status tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga : Pertamina Dan Petronas Resmi Gantikan Shell Di Blok Masela

Hal lainnya, kata Agung, suhu politik Indonesia kembali hangat dan kompetitif menjelang Pilpres 2024. Apalagi, ada salah satu calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang menyerang kebijakan pemerintah.  

“Otomatis resistensi antara koalisi dengan isu-isu perubahan atau perlawanan yang dihembuskan membuka arahan reshuffle semakin besar,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.