Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Menko PMK Minta Seluruh Stakeholder Bahu Membahu Tangani Stunting
Selasa, 12 Desember 2023 23:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta seluruh pemangku kepentingan dapat saling bahu membahu mengentaskan stunting di Indonesia.
Menurutnya, penurunan angka stunting ini tidak hanya dikerjakan oleh BKKBN saja.
Namun, mesti dilaksanakan secara bersama-sama, sehingga hasil yang didapat lebih optimal.
“Semuanya harus guyub, rukun, gotong-royong untuk memastikan bahwa stunting tahun 2024 Indonesia sudah di bawah 14 persen,” jelasnya saat memberikan sambutan pada acara Gebyar Bina Keluarga Balita Untuk 1.000 Hari Pertama Kehidupan, di Auditorium BKKBN Jakarta, Selasa (12/12/2023).
Hakikat pembangunan nasional yakni pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan menyeluruh.
Baca juga : Mendagri: Inovasi Harus Bisa Bangun Sistem Lebih Baik Tanpa Ketergantungan Figur
Konsep pembangunan manusia dilaksanakan mengikuti siklus hidup manusia, dari masa anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang kuat, sehat, produktif, dan berkarakter, maka upaya pembangunan manusia harus diawali dari pengasuhan keluarga yang benar dan optimal, yang dimulai sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Permasalahan yang dihadapi dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan salah satunya adalah stunting.
Stunting tidak hanya soal kekurangan gizi saja, tapi juga masalah kebersihan dan sanitasi juga penting untuk mengentaskan stunting.
“Tugas dari ibu dan bapak sekalian harus betul-betul bisa menjadi kader keluarga berencana yang memahami secara detail ketika dia harus melayani masyarakat, menjadi Ibu dan bapak pembelajar,” ucap Muhadjir.
Baca juga : Perwira Pertamina Retail Salurkan Bantuan Donasi Kemanusiaan Untuk Palestina
Dia menyebut, pemerintah telah mempersiapkan calon ibu sejak dini melalui pemberian tablet tambah darah.
Kemudian, mengukur lingkar lengan serta memperhatikan kecukupan gizi remaja putri. Hal tersebut untuk mencegah para remaja putri dari anemia kronis.
"Justru untuk pembangunan sumber daya manusia ini sekarang kita fokus huluisasi. Jadi kita sisir mulai dari remaja putri kita pastikan sehat, kemudian sudah menikah dan hamil dipastikan janinnya sehat, dan nanti kalaua sudah lahir, dua tahun diberikan ASI dan dipastikan kondisinya sehat," tuturnya.
Eks Mendikbud ini menjelaskan, jika di pertambangan ada hilirisasi, di dalam pembangunan manusia ada "huluisasi".Yakni, penanganan masalah sejak dini dari bagian yang paling hulu.
"Seribu hari awal kehidupan itu disebut dengan golden age, jika tidak ditangani dengan baik maka akan lewat begitu saja. Maka dari itu, hal tersebut menjadi perhatian utama pemerintah," tutup Muhadjir.
Baca juga : Menginap Di Rumah Warga, Ganjar Memang Beda Dengan Capres Lain
Pada acara tersebut turut hadir Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Bupati Solok H. Epyardi Asda, Wakil Bupati Kendal H. Windu Suko Basuki.
Lalu, Bupati Lingga M. Nizar, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Novian Andusti, serta Direktur Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Siti Kustiati.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya