Dark/Light Mode

Ekonom: Rasio Pajak 23 Persen Terlalu Tinggi

Selasa, 26 Desember 2023 19:08 WIB
Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka. Foto: Istimewa
Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekonom dari Universitas Mercu Buana Sugiyono Madelan Ibrahim menilai target menaikkan rasio pajak (tax rasio) hingga 23 persen sebagai angka yang kelewat tinggi.

Hal itu disampaikan Sugiyono menyikapi langkah Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka yang akan berusaha menaikkan rasio pajak hingga 23 persen di debat Cawapres, Jumat (22/12/2023).

"Angka tax rasio 23 persen itu tergolong tinggi sekali, mengingat tax rasio sekarang 9,21 persen, sehingga angka tadi kurang realistis," kata Sugiyono, Selasa (26/12/2023).

Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Kuat, Regulasi Harus Berkelanjutan

Kendati demikian, Sugiyono menilai debat Cawapres telah membuka mata publik terkait kualitas masing-masing Cawapres.

"Debat tersebut cukup bagus dan banyak membantu memperkenalkan pengetahuan dan wawasan yang lebih mendalam dan lebih dekat kepada Cawapres dan Capres," sambungnya.

Sugiyono menegaskan unggul di debat bukan lantas akan meneguk keuntungan elektoral.

Baca juga : Ini Alasan STY Tunjuk Kiper Persikabo Masuk Timnas

"Unggul di debat bukanlah segala-galanya, karena konstituen terbanyak adalah generasi Z dan milenial, yang mereka bukanlah pemerhati debat KPU setia," tegasnya.

Dia menilai, debat Cawapres tetap menjadi bentuk kampanye meski disebut jauh dari kualitas substansial.

"Jadi substansial atau tidak, debat sebagai bentuk kampanye yang lainnya merupakan salah satu sarana untuk melakukan perkenalan kepada konstituen," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.