Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan diskusi dan rapat perdana membahas pembentukan Program Studi Doktoral Komunikasi dan Penyiaran Islam (DKPI), Selasa, 16 Januari 2024. Demikian release resmi FDIKOM, yang diterima RM.id.
Program ini dianggap sangat strategis, mengingat UIN Jakarta sebagai pelopor perguruan tinggi keagamaan Islam, yang telah menghasilkan ribuan doktor, yang tersebar di Indonesia dan luar negeri.
Baca juga : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta Siap Luncurkan Prodi Doktor KPI
Alumni tingkat doktor UIN Jakarta, bunyi release tersebut, telah memberikan kontribusi signifikan dalam wacana keislaman, keindonesiaan, dan modernisasi. Salah satu dampaknya, adalah peningkatan reputasi riset dan kualitas lembaga pendidikan tinggi keagamaan maupun non-keagamaan di Indonesia.
Dari segi keilmuan, kehadiran Program Doktor KPI di lingkungan UIN Jakarta, meski bukan yang pertama di Indonesia, bisa memberikan warna baru studi dan riset tentang komunikasi dan penyiaran Islam di tingkat nasional dan internasional.
Baca juga : TKN Prabowo-Gibran Pastikan Program Bansos Tak Terkait Pemilu
Secara kelembagaan, UIN Jakarta telah memiliki Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam tingkat sarjana, yang peminatnya sangat tinggi, bahkan dapat menjadi salah satu jurusan terfavorit di tingkat Jakarta.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya