Dark/Light Mode

BMKG Warning Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat Angin Kencang Mengintai Di Musim Kemarau

Senin, 3 Juni 2024 19:06 WIB
Ilustrasi hujan. Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM
Ilustrasi hujan. Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Musim kemarau telah menyapa sebagian wilayah Indonesia, namun siapa sangka hujan deras justru mengguyur beberapa daerah dalam 24 jam terakhir. 

Semarang, Sambas, Sarmi, Ambon, Toli-Toli, Silangit, hingga Tanjung Pinang mencatat intensitas hujan sedang hingga lebat. Bahkan, Jakarta dan sekitarnya pun tak luput dari kilatan petir dan rintik hujan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan fenomena ini terjadi akibat beberapa faktor dinamika atmosfer yakni aktifnya gelombang ekuator Rossby dan Kelvin di Jawa bagian barat.

Baca juga : Kemendagri Dorong Peningkatan SDM Pengelolaan Keuangan Negara Di Daerah

Kondisi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek. Teramatinya pola pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi), suhu muka laut yang hangat pada perairan wilayah sekitar Selat Sunda dan Laut Jawa, labilitas atmosfer yang tinggi serta adanya indikasi adveksi dingin dari selatan Jawa sehingga menyebabkan kelembapan yang tinggi di wilayah pulau Jawa.

Meski sebagian wilayah telah memasuki kemarau, sebagian lainnya masih dalam masa peralihan musim. Kandungan uap air dan labilitas atmosfer masih tinggi, memicu pertumbuhan awan hujan signifikan.

Ia menambahkan bahwa masih terdapat potensi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan secara signifikan. 

Baca juga : Komit Jaga Ekosistem Perairan, Pupuk Kaltim Turunkan Ratusan Media Terumbu Di Maratua

Kondisi dinamika atmosfer yang dapat memicu peningkatan curah hujan tersebut antara lain aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang ekuatorial Rossby dan juga Kelvin, adanya pola sirkulasi siklonik, serta potensi pembentukan daerah belokan dan perlambatan angin.

"Kombinasi pengaruh fenomena-fenomena tersebut diprakirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang yang dapat berlangsung di sebagian wilayah Indonesia hingga 9 Juni 2024", kata Guswanto..

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menambahkan, potensi hujan sedang-lebat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 3-9 Juni 2024 dapat terjadi di sebagian Sumatra, Jawa bagian barat, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan sebagian besar Papua.

Baca juga : Awas Hujan Petir! Cek Cuaca Depok Hari Ini Per Jam Senin 6 Mei Dari Info BMKG

"Dampak yang ditimbulkan dari cuaca ekstrem dapat meliputi banjir, banjir bandang, banjir lahar hujan, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang," jelasnya.

Andri mengimbau masyarakat, terutama di daerah rawan bencana hidrometeorologi, untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.