Dark/Light Mode

Ajak Pemda Bergerak Lincah, Jokowi: Negara Cepat Kalahkan Negara Lambat

Rabu, 10 Juli 2024 16:59 WIB
Presiden Jokowi pada Rakernas XVI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (10/7/2024). (Foto: Setpres)
Presiden Jokowi pada Rakernas XVI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (10/7/2024). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menekankan pentingnya kecepatan dalam tata kelola pemerintahan untuk menghadapi persaingan global. Kata Jokowi, negara yang bergerak cepat akan mengalahkan negara yang lambat dalam berbagai aspek pembangunan. Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk lebih lincah dan responsif dalam melayani masyarakat dan menanggapi perubahan yang cepat di era digital ini.

Hal tersebut disampaikan Jokowi, pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (10/7/2024).

Jokowi mengawali pidato dengan menguraikan tantangan yang dihadapi Indonesia selama lima tahun terakhir. Menurut Presiden, periode tersebut adalah masa yang penuh dengan tantangan. Mulai dari krisis kesehatan global, geopolitik global, fluktuasi harga minyak dan pangan. Juga, masalah lingkungan seperti gelombang panas dan fenomena iklim El Nino.

Baca juga : Cek Harga Pangan, Jokowi Dan Ibu Iriana Blusukan Ke Pasar Cekkeng Bulukumba

“Kita patut bersyukur bahwa negara kita mampu bertahan dari hambatan-hambatan, tantangan-tantangan yang ada dan ekonomi kita masih tumbuh 5,11 persen di kuartal pertama tahun 2024,” kata Jokowi. 

Presiden Jokowi juga menyebut bahwa meski menghadapi masa yang sangat sulit, peringkat daya saing Indonesia naik di angka 27 di antara negara-negara yang lain, dan ini menjadi kenaikan yang tertinggi. Presiden pun menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi dalam pemerintahan. Khususnya di tingkat daerah untuk menghadapi persaingan antarnegara yang makin ketat. 

“Negara cepat yang akan mengalahkan negara lambat dan kita ingin menjadi negara cepat itu dalam pelayanan publik, dalam mobilitas barang dan orang, kita inginkan itu,” terang Presiden.

Baca juga : Tinjau Pasar di Kotawaringin Timur, Jokowi Pastikan Harga Sembako Stabil

Lebih lanjut, Presiden mengajak para kepala daerah untuk mengembangkan potensi lokal, mulai dari pangan, energi, industri, teknologi, hingga pariwisata. Presiden memberi contoh Butan dan Maldives sebagai negara yang berhasil menarik wisatawan berkualitas tanpa mengorbankan kelestarian alam dan kearifan lokal, serta di Afrika dengan wisata alam liarnya yang menawarkan pengalaman safari autentik.

"Kita ini punya semuanya, punya komodo, di Banyuwangi ada melihat banteng, ada badak, ada orangutan, gimana mengemas ini, daerah bisa mengemas ini menjadi sebuah pendapatan, penerimaan bagi daerah. Di Afrika ini bisa menghasilkan 196 triliun per tahun mengurus masalah itu," jelasnya.

Presiden menutup sambutannya dengan mengapresiasi kerja keras pemerintah daerah dalam mengatasi inflasi. Di samping itu, Presiden juga mengingatkan pentingnya penggunaan produk dalam negeri untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca juga : Akhir Pekan, Jokowi Ajak Cucu Jalan-Jalan Ke Solo Safari

“Mengumpulkan anggarannya itu sangat sulit, jadi gunakan seratus persen untuk pengadaan barang dan jasa itu produk-produk dalam negeri,” tegasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.