Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Percepat Kebijakan Satu Peta, Moeldoko Minta Kementerian Tanggalkan Ego
Jumat, 12 Juli 2024 17:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menilai, ego sektoral masih menjadi salah satu tantangan utama dalam percepatan pelaksanaan Kebijakan Satu Peta atau One Map Policy.
Ia pun menekankan pentingnya Kementerian/Lembaga bekerja sama untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan tumpang tindih lahan di lapangan karena penting bagi kawasan hutan dan kawasan di luar hutan.
"Saya mohon dengan sangat antara kementerian dengan lembaga, antara pusat dan daerah untuk menanggalkan egonya masing-masing," tegas Moeldoko pada kegiatan One Map Policy Summit 2024, di Jakarta, Kamis (11/7/2024).
Untuk diketahui, Kebijakan Satu Peta atau One Map Policy merupakan sebuah arahan strategis untuk mewujudkan satu peta nasional yang akurat, terintegrasi, dan menjadi dasar bagi pengambilan keputusan yang tepat dan akuntabel dalam mempercepat pembangunan nasional.
Baca juga : Penjualan Mobil Baru Stagnan, Menperin Minta Insentif Pajak
Kebijakan Satu Peta diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2016 melalui Peraturan Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta.
Moeldoko mengatakan, Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Satuan Tugas Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) KPK, mengawal ketat Kebijakan Satu Peta melalui monitoring dan evaluasi rencana aksi.
Dia pun mengapresiasi Kemenko Perekonomian yang telah menindaklanjuti rencana aksi tersebut dengan pelaksanaan teknis di lapangan melalui proyek-proyek percontohan di beberapa daerah, seperti Kotawaringin Baru dan Pasuruan.
Hasilnya, lanjut dia, selama 2019 hingga 2024 terjadi penurunan ketidaksesuaian pemanfaatan ruang (tumpang tindih) secara siginifikan, yakni dari 77,38 juta hektare atau 40,6 persen dari luas daratan nasional menjadi 57,41 juta hektare atau 30,1 persen dari luas daratan nasional.
Baca juga : Mentan Kasih Pompa Buat Petani, Jokowi: Ini Akan Tingkatkan Produksi Pangan
"Proyek percontohan ini bisa jadi tolok ukur bagi daerah lainnya," ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI 2013-2015 ini juga menyampaikan tiga gagasannya untuk percepatan pelaksanaan Kebijakan Satu Peta.
Pertama, pemanfaatan Geoportal Satu Peta untuk menyelesaikan masalah tumpang tindih tata ruang, kawasan hutan, batas wilayah, izin, dan hak atas tanah, khususnya dalam Proyek Strategis Nasional.
"Sehingga perselisihan terkait peta yang digunakan bisa diminimalisir," terangnya.
Baca juga : Kampung Hortikultura, Program Kementan Manjakan Petani Dan Konsumen
Kedua, tambah Moeldoko, melakukan integrasi data agar tidak terjadi lagi tumpang tindih data dan tercipta perencanaan yang efektif bagi pelaksanaan suatu program.
Ketiga, keterlibatan publik dari lembaga nonpemerintah, seperti akademisi, masyarakat sipil, dan asosiasi bisnis. "Khususnya dalam konteks penyelesaian konflik pertanahan, bisnis, dan investasi," pungkas Moeldoko yang didampingi Deputi II KSP, Abetnego Tarigan.
One Map Policy Summit 2024 dihadiri Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Menteri Agraria dan Tata Ruang Agus Harimurti Yudhoyono, dan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. Kegiatan ini juga diikuti puluhan Kepala Daerah dan perwakilan dari sejumlah asosiasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya