Dark/Light Mode

Nggak Masuk Kategori Narkotika

Mabuk Kecubung Tak Bisa Ditindak

Sabtu, 13 Juli 2024 07:25 WIB
Ilustrasi buah kecubung . (Foto: Istimewa)
Ilustrasi buah kecubung . (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
“Kami masuk dalam golongan narkotika saja dan kecubung ini belum masuk,” cetusnya.

Terpisah, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin Matnor Ali meminta masyara­kat berhati-hati dan menjaga keluarga dari penyalahgunaan Kecubung. Dia berharap, tak ada penambahan kasus warga yang keracunan kecubung.

“Kasus penyalahgunaan atau mabuk kecunung terjadi di tiga wilayah di Kalsel. Terbanyak, terjadi di Banjarmasin. Mari kita menjaga keluarga, lingkungan dan masyarakat di sekitar agar terhindar dari penyalahgunaan Kecubung,” imbaunya.

Viralnya kasus mabuk ke­cubung di Kalsel, ramai dibahas Netizen di media sosial X.

Baca juga : Sekolah Swasta Gratis Ditarget Tahun Depan

Akun @tinbted mengatakan, munculnya perilaku mabuk ke­cubung merupakan dampak dari salah pergaulan dan pengaruh media sosial.

“Fenomena mabuk kecubung agak mengherankan. Sebab, sebagian besar korban hanya ikut-ikutan, tapi tidak mendapat informasi utuh tentang dampak yang ditimbulkan,” cuitnya.

Akun @jankerzone meminta netizen dan mayarakat meng­hindari mabuk kecubung. Sebab, dari cerita-cerita yang pernah dia dengar, dampak yang ditim­bulkan tanaman tersebut sangat berbahaya, tidak seperti mabuk alkohol.

“Sebetulnya, kecubung itu tidak membuat mabuk. Dia me­matikan kesadaran. Para remaja ini sudah capek hidup kali yak, atau nggak pernah mendapat informasi yang benar,” tulisnya.

Baca juga : Jelang Final Euro 2023, Tim Matador Pincang

Akun @gapapakoh me­nyatakan, informasi tentang dampak negatif dari konsumsi kecubung, sudah cukup banyak. Sebab itu, dia heran dengan orang-orang yang masih nekad mengkonsumsi kecubung.

“Informasi tentang efek samp­ing atau dampak kecubung, sudah banyak. Kok masih ada yang coba-coba, ya. Apalagi, ada yang mencamur sama alkohol,” sesal dia.

Sementara, akun @aiiesit­erus menyatakan, apapun medi­anya, perilaku mabuk-mabukan harus dihindari. Sebab, tidak ada hal positif yang didapat dari kegiatan haram tersebut.

“Kenapa suka mabok ya? Padahal, mabok kan nggak enak. Mabok juga membawa dampak butuk terhadap kondisi fisik dan kejiwaan. Pada nyari apa, ya?” tanyanya.

Baca juga : Paolini Pulangkan Vekic, Barbara Gusur Rybakina

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 13 Juli 2024 dengan judul Nggak Masuk Kategori Narkotika, Mabuk Kecubung Tak Bisa Ditindak

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.