Dark/Light Mode

Ini Alasan Presiden Belum Bisa Berkantor Di IKN

Selasa, 16 Juli 2024 16:43 WIB
Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (16/7/2024). (Foto: Setpres)
Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (16/7/2024). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mengungkap alasan yang hingga kini belum bisa berkantor di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur. Kata Presiden, faktor hujan deras menyebabkan progres pembangunan IKN menjadi terhambat.

"Kemarin memang targetnya kan Juli, tetapi coba lihat ke IKN, seminggu di sana, tiap hari hujan terus, hujan deras banget," kata Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (16/7/2024).

Baca juga : 9 Terpidana Belum Bayar Uang Pengganti

Selain itu, Jokowi belum bisa berkantor di Nusantara lantaran terdapat sejumlah fasilitas di IKN yang belum siap. "Jadi memang pekerjaan banyak yang mundur, dan itu biasa dalam proyek besar," tambah Presiden. 

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, IKN merupakan proyek pembangunan berjangka panjang. Sehingga, segalanya tidak bisa dibangun secara instan.

Baca juga : Senayan Minta Proyek Nasional Diserahkan Ke Kontraktor Lokal

"Mungkin 15 tahun, mungkin 20 tahun. Jadi jangan membayangkan kita upacara 17 Agustus itu sudah jadi semuanya. Tidak seperti itu," terang Kepala Negara. 

Sebelumnya, Presiden Jokowi dijadwalkan akan berkantor di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada akhir Juni atau awal Juli mendatang. Hal itu diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Baca juga : Masa Jabatan Presiden Diusulkan Jadi 7 Tahun

Basuki yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita IKN menyatakan Kepala Negara akan berkantor di IKN setelah pasokan air baku tersedia. 

"Juni ini air sudah masuk. Sekarang lagi diambil pompanya. Tanggal 7 Juni sampai di Balikpapan, kita instal. Ini tanggal 3 Juni diambil (pompanya), 7 Juni air sampai di Balikpapan, diinstal, mudah-mudahan akhir Juni atau awal Juli," ungkap Basuki, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/6/2024).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.