Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR, Sarifudding Sudding mengapresiasi langkah Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan yang mulai bergerak mencari bantuan untuk membongkar praktik impor ilegal.
"Langkah Mendag membentuk Satgas Impor Ilegal lintas sektoral patut kita apresiasi," kata Sarifudding Sudding saat dihubungi RM.id, Rabu (17/7/2024).
Sudding menyadari praktik pengadaan barang secara ilegal sangat meresahkan produsen Tanah Air. Usaha lokal menjadi sulit berkembang lantaran persaingan usaha yang tidak sehat dengan para sindikat sindikat impor ilegal.
Baca juga : Aboe Bakar Lobi Fraksi Lain Bentuk Pansus Judol
"Mendag peduli terhadap industri usaha lokal yang saat ini banyak dibanjiri barang impor ilegal, sehingga para pelaku usaha sulit memasarkan barang-barangnya karena harganya kalah dari barang-barang ilegal," ungkap Sudding.
Dia meyakini satgas bentukan Ketua Umum PAN itu akan bekerja secara serius dan dampaknya dirasakan pengusaha lokal. "Karena satgas lintas sektoral yang dibentuk ini mampu mengendalikan dan menindak secara tegas para pelaku importir ilegal yg ada," ucap dia.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mulai bergerak mencari bantuan untuk membongkar praktik impor ilegal yang menggencet produsen Tanah Air. Dalam satu hari Zulhas keliling, bertemu Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit agar mendukung pembentukan Satgas Impor Ilegal.
Baca juga : Senator Apresiasi Kinerja Benny Rhamdani Pimpin BP2MI
Pertama kali Zulhas berkunjung ke Kejaksaan Agung (Kejagung) menemui Jaksa Agung ST Burhanuddin, Selasa (16/7/2024) siang. Mengenakan kemeja putih lengan panjang, Zulhas datang didampingi Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Moga Simatupang, dan Staf Khusus Mendag Bara Hasibuan.
Usai pertemuan tertutup di Gedung Utama Kejagung, Zulhas menyampaikan kedatangannya dalam rangka meminta dukungan kepada Korps Adhyaksa dalam menyelesaikan polemik barang impor ilegal yang membanjiri pasar Indonesia.
“Kami minta dukungan Jaksa Agung dan kami akan membentuk tim untuk terjun ke lapangan,” ujar Zulhas, Selasa (16/9/2024).
Baca juga : APOLIN Apresiasi Perpanjangan Kebijakan Gas Murah
Menurutnya, fakta di lapangan tercatata banyak barang tidak terdata telah membanjiri pasar Indonesia. Setidaknya, ada 7 macam produk ilegal yang menjadi fokus pengawasan Satgas Impor Ilegal. Yakni tekstil dan produk tekstil (TPT), pakaian jadi, keramik, perangkat elektronik, produk kecantikan, barang tekstil jadi, serta alas kaki.
Zulhas berharap, dengan bantuan Kejagung, Satgas Impor Ilegal sudah terbentuk pada pekan ini. Menurutnya, penindakan tersebut Lebih cepat lebih bagus karena ini sudah keadaan darurat.
“Setelah ditemukan tentu kita akan serahkan penegakan hukumnya ke Kejaksaan. Kan kami nggak sanggup,” ungkapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya