Dark/Light Mode

Catatan Hari Witono, Direktur LPK BEP-CoE

Olah Napas Adalah Olahraga Pancasila

Senin, 29 Juli 2024 10:17 WIB
Salah satu momen Hari Witono memimpin 1200 orang mengikuti latihan gabungan BioEnergyPower. (Foto: Ist)
Salah satu momen Hari Witono memimpin 1200 orang mengikuti latihan gabungan BioEnergyPower. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ingatanku melayang kembali ke 1981. Aku mengikuti penataran P4 (Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila), sebagai salah satu syarat kenaikan status dari CPNS menjadi PNS penuh. 

Sekian puluh tahun kemudian, gegap gempita P4 seakan lenyap. Implementasi Pancasila rasanya nggak greget lagi. Tapi kemudian agak mendingan, dengan hadirnya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Ada harapan baru bagi generasiku yang sudah mulai muak dengan slogan-slogan anti korupsi. 

Dari bangunan konstitusinya, BPIP diharapkan mampu memperbaiki berbagai kerusakan moral bangsa. Contoh kecilnya, mantan koruptor dan pecandu narkoba mendapatkan jabatan tinggi. 

Baca juga : Helmy Yahya: Ada Yang Merasa Terancam Nih

Aku tidak hanya mengeluh dan berteriak di ruang hampa. Di usia senja, aku sedang giat menyebarluaskan BEP (BioEnergyPower). Suatu kampanye sehat tanpa alat dan tanpa obat, melalui perpaduan olah napas dan olah gerak. 

Dilandasi pola pikir positif, sehat itu asalnya dari dalam. Proses biologis (Bio) yang memproduksi energi (ATP/Adenosin Trifosfat) untuk membangkitkan kekuatan (Power) sebagai penyembuh. Secara alami, manusia memang ciptaan-Nya yang sempurna karena mampu menyembuhkan diri sendiri (Self Healing). 

BEP adalah salah satu wujud nyata Pancasila. Olah pikir artinya Tuhan, olah napas artinya manusia, dan olah gerak artinya kehidupan. Penjelasannya, begini:

Baca juga : Kabar Terbaru Dari Luhut, Kini Sudah Mulai Olahraga, Tadi Pagi Plank 15 Detik

Kita percaya akan Tuhan (sila pertama) sebagai pencipta alam semesta, termasuk manusia yang diberikan pikiran, dan dihembuskan napas supaya memiliki tenaga untuk berkarya di dunia ini, untuk membangun dunia dan melayani sesamanya (sila kedua dan ketiga) serta hasil karyanya untuk mewujudkan sila kelima (adil bagi seluruh warga bangsa). Pola pikir yang positif juga modal untuk mengamalkan sila keempat, berdemokrasi yang adil tidak untuk menangnya sendiri, tapi demi mewujudkan sila kedua, tiga, dan lima. 

Saat kita menghadapi masalah, kesulitan, tantangan, dan rintangan, harus diselesaikan secara musyawarah. Serta rakyat harus ditempatkan pada posisi yang tepat dan terhormat.

Sebagai Direktur LPK BEP-CoE, aku telah menggelar berkali-kali pelatihan, dan telah menghasilkan ratusan pelatih untuk menyebarluaskan BioEnergyPower ke seluruh Nusantara dengan slogan Merajut Ulang Kesehatan Bangsa (MUKB). Kalau MUKB dapat dilakukan di setiap Rumah Sehat, tentu bangsa Indonesia akan sehat, bugar, produktif dan bahagia yang luar biasa. 

Baca juga : Ditanya Soal Konflik Kepentingan, Ketua MK Bahas Risalah Rasul

BEP adalah olahraga Pancasila. Tentu BPIP akan mudah mengadopsi BEP untuk implementasi penghayatan Pancasila secara nyata. Sehari-hari, bukan teori. Semoga Pemerintah bisa mendukung upaya memperbanyak pelatih BioEnergyPower. Agar bisa melatih masyarakat dalam berbagai bidang yang relevan dengan pengamalan Pancasila. Khususnya, pembangunan dan penguatan karakter bangsa, penguatan daya saing ekonomi UMKM, dan re-orientasi wawasan kebangsaan. Itu semua bagian mimpi kita, di satu desa ada satu pelatih atau pendamping warga agar sehat, bugar, produktif dan bahagia. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya. 

 

Hari Witono, Direktur Lembaga Pelatihan Kerja BioEnergyPower-Center of Excellence (LPK BEP-CoE)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.