Dark/Light Mode

Kompetisi Fotografi AMANAH Jadi Starting Point Pengembangan Fotografi Di Aceh

Selasa, 30 Juli 2024 08:23 WIB
Grand Final Photography Competition yang digelar Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH), Minggu (28/7/2024). (Foto: Ist)
Grand Final Photography Competition yang digelar Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH), Minggu (28/7/2024). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Delapan dari 20 finalis meraih penghargaan pada Grand Final Photography Competition yang digelar Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH). Pengumuman pemenang menutup kompetisi, Minggu (28/7/2024).

“Saya melihat banyak sekali perkembangan walaupun dalam satu hari. Dalam kondisi waktu yang menurut saya ini rush (terburu-buru) tapi mereka bisa menghasilkan foto yang baik,” kata Darwis Triadi selaku juri.

Pemenang ditentukan dari hasil penjurian Darwis dan dewan juri beranggotakan Ridha Kusumabrata serta Frans Delian. Selain ada tiga pemenang dari kategori Smartphone dan kamera profesional, ada pula Darwis’s Choice.

Para pemenang mendapatkan piala dan uang pembinaan. Khusus untuk finalis yang masuk Darwis’s Choice mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Darwis Triadi School of Photography di Jakarta.

Baca juga : Mentan: Presiden Sangat Mendukung Pengembangan Pertanian Modern Di Merauke

“Saya melihat beberapa peserta memang banyak yang baru (belajar fotografi). Dan, ini menjadi satu starting point yang sangat bagus untuk selanjutnya terus menggali ilmu fotografi dan nantinya menjadi fotografi andal,” tutur Darwis.

Finalis yang mendapatkan Darwis’s Choice Kategori Kamera Profesional adalah Muh Aqib. Adapun, tiga karya fotografi terbaiknya diraih Irfan Fuadi (Peringkat 1), Muh Irfan (Peringkat 2) dan Fahrul Reza (Peringkat 3). 

Untuk Kategori Smartphone, finalis yang mendapatkan Darwis’s Choice adalah Mirza. Sedangkan, tiga pemenangnya adalah Muhammad Haiqal (Peringkat 1), Khairurrizqi (Peringkat 2), Moh Saddam Husein (Peringkat 3).

Darwis berharap program fotografi di AMANAH dilanjutkan. “Rasanya ini adalah kegiatan yang sangat bagus. Saya sangat berterima kasih dan salut terhadap AMANAH yang melihat potensi seperti ini bagi adik-adik remaja di Aceh,” katanya.

Baca juga : Soal Berita Status S2-nya, Bamsoet Pertimbangkan Lapor Dewan Pers

Sementara itu, para finalis mendapatkan dua tantangan pada kompetisi kali ini, yakni memotret model perempuan di Pantai Pasir Putih. Kedua, foto lanskap pemandangan dari Bukit Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Perlombaan kali ini semakin menantang dengan kondisi cuaca yang kurang mendukung. Para peserta harus memotret di bawah langit yang cenderung mendung berawan sehingga menutupi sinar matahari sore itu.

Kondisi penerangan semakin gelap pada saat sesi foto untuk kategori lanskap. Para peserta harus mengejar waktu karena pengambilan gambar dilakukan di pengujung senja menjelang malam hari.

Meskipun demikian, kendala tersebut bisa disiasati oleh para peserta. Apalagi, mereka juga telah mendapatkan pendampingan khusus dari Darwis Triadi pada private mentoring sehari sebelumnya.

Baca juga : Duh, Oknum Pengembang Sewakan Fasos Dan Fasum

Sesi private mentoring itu digelar setelah pengumuman 20 peserta terpilih pada acara One Day Class Photography di Museum Aceh. Para finalis diseleksi dari puluhan orang yang mendaftar dengan cara mengirimkan karya secara daring ke pihak AMANAH.

“Memang AMANAH challenge banget kasih lombanya karena awalnya lomba karya tiba-tiba kok ada challenge yang sangat menantang dan menguras tenaga dan pikiran untuk menghasilkan ide yang sempurna,” tutur salah seorang pemenang, Muh Aqib.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.