Dark/Light Mode

Pertiwi Indonesia Ajak Masyarakat Ciptakan Ekosistem Kebaikan

Sabtu, 23 Nopember 2019 14:21 WIB
Dari kiri: Miranti Serad (Sekretaris Umum Pertiwi Indonesia), Putri Kus Wisnu Wardani (Ketua Umum Pertiwi Indonesia), Shinta Omar (Wakil Ketua 2), Amy Wirabudi (Ketua Bidang Keanggotaan). (Foto: Istimewa)
Dari kiri: Miranti Serad (Sekretaris Umum Pertiwi Indonesia), Putri Kus Wisnu Wardani (Ketua Umum Pertiwi Indonesia), Shinta Omar (Wakil Ketua 2), Amy Wirabudi (Ketua Bidang Keanggotaan). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertiwi, perkumpulan perempuan yang mendukung Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres lalu, bertransformasi menjadi organisasi masyarakat sipil. Organisasi yang dibentuk pada 17 November 2018 kini berganti nama menjadi Pertiwi Indonesia.

"Kami menjadi organisasi masyarakat sipil yang siap menjadi mitra pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa ini. Perubahan ini kami deklarasikan bersamaan dengan peringatan setahun usia entitas ini," kata Ketua Umum Pertiwi Indonesia, Putri Kus Wisnu Wardani, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (23/11).

Dengan kekuatan jaringan di berbagai pelosok Indonesia dan punya angggoya 9.100 lebih, Pertiwi Indonesia siap bersama-sama dengan pemangku kepentingan lain membangun ekosistem kebaikan di Indonesia. Ekosistem kebaikan mutlak dibutuhkan untuk memberi ruang dan memastikan  setiap anak bangsa, saat ini dan di masa mendatang, dapat berkolaborasi untuk  Indonesia maju. 

"Ekosistem kebaikan mampu menjadi 'ruang bersama' perwujudan prinsip Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. Pertiwi Indonesia memastikan akan menjadi motor penggerak dari budidaya kebaikan di  berbagai daerah di negeri ini," ucap Putri.

Berita Terkait : Jabatan Presiden Cukup 1 Periode

Putri menjelaskan, pihaknya akan bergerak dan bekerja seperti makna pertiwi. "Makna pertiwi itu bumi," imbuhnya. 

Layaknya bumi, Pertiwi Indonesia akan menjadi tempat hidup dan berinteraksi. Namun, setiap yang hidup di dalamnya harus mematuhi aturan dan kesepakatan bersama, agar masing-masing hidup berdampingan, dalam keberagaman secara harmonis.

"Itulah mengapa dalam menjalankan kegiatan Pertiwi Indonesia tidak melupakan budaya, kearifan lokal juga ajaran agama dan kepercayaan masing-masing," kata Putri.

Putri mengingatkan, Indonesia dikenal dengan penduduknya yang ramah, sopan, santun, menghargai sesama, dan senantiasa rukun meski hidup dengan perbedaan. “Sebagai ibu yang memiliki peran atau bertanggung jawab sebagai pendidik di dalam rumah dan di dalam lingkungan, kami ingin menjaga agar nilai tersebut tidak meluruh. Maka kami akan selalu mengingatkan siapa jati diri kita, yaitu bangsa yang ramah, sopan, santun, menghargai perbedaan dan selalu menjaga silaturahim.” 

Berita Terkait : Menteri Tito Minta Pedagang Makanan Diawasi

Putri menambahkan, pemikiran-pemikiran-pemikiran itu menjadi dasar gerakan Pertiwi ke depannya. Dengan  berfokus mendukung program Jokowi membangun SDM Unggul. 

“Pertiwi memulainya dengan bergiat di daerah konstituen yang pada saat Pilpres lalu telah berjuang bergandengan tangan bersama Pertiwi. Jalinan tangan ini tidak lepas, mari bersama kita membangun Indonesia maju. Bersama kita akan semakin kuat,” ucap Putri.

Walaupun nama komunitas berubah, Putri memastikan, semangatnya tetap sama. "Kami adalah ibu yang berperan penting sebagai pendidik dan pengayom di dalam rumah mau pun lingkungan. Menciptakan lingkungan yang sehat, guyub, bergotong royong, dan bertoleransi menjadi tujuan kami untuk mencapai karakter bangsa yang bermartabat menuju Indonesia Maju. Inilah yang kami sebut sebagai ekosistem kebaikan," ucapnya.

Putri menjelaskan, masyarakat Indonesia telah menerima warisan ekosistem tersebut dari orang tua masing-masing. Ekosistem itu harus jaga bersama untuk nantinya dapat diwariskan lagi ke anak cucu. "Kita wajib bertekad agar  mampu mewariskan Indonesia yang utuh, beragam berdasarkan Pancasila untuk anak cucu kita."

Berita Terkait : Laga Timnas Malaysia Vs Indonesia Akan Dipimpin Wasit Terbaik Asia

Bagaimana konkretnya? Kata Putri, Pertiwi Indonesia akan secara aktif mengambil bagian dalam pembangunan sumber daya manusia. Dia memandang, sebenarnya Indonesia sudah memiliki 'modal kebaikan' yang besar. Terutama setelah reformasi, Indonesia lebih memiliki kebebasan berpendapat dan berkreasi.

Pertiwi Indonesia mengambil peran sebagai pihak yang berperan aktif, berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait, dan bersinergi agar lebih kuat dan memiliki dampak berkelanjutan. "Intinya, budidaya kebaikan untuk membangun  ekosistem kebaikan," tutup Putri. [USU]