Dark/Light Mode

Catatan Lucy Widyanti, Sekretaris PITI DPW Jakarta Raya

Kalau Ibu Sehat, Anaknya Cerdas

Kamis, 8 Agustus 2024 09:27 WIB
Sekretaris PITI DPW Jakarta Raya Lucy Widyanti (kerudung biru) saat menyapa warga. (Foto: Ist)
Sekretaris PITI DPW Jakarta Raya Lucy Widyanti (kerudung biru) saat menyapa warga. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anak main Mobile Legends, ibu teriak suruh mandi. Bapak bangun kesiangan, ibu sudah kelar beberes dapur. Ada juga sih, ibu ke salon, eh bapak nyuci baju hehehe. Begitulah potret kehidupan zaman now. Yang jelas, dimana-mana, ada peran emak-emak. 

Soekarno pernah menulis buku tentang perempuan. Judulnya, 'Sarinah: Kewajiban Wanita Dalam Perjuangan Republik Indonesia', yang diterbitkan pada 1947. Dalam buku itu, Soekarno mengkritik sebagian besar pria yang memandang perempuan sebagai dewi-bodoh. Alias, memuja-muji mereka seperti dewi, tapi pada saat yang sama memperlakukan mereka seperti orang bodoh. 

Ujungnya, maksud beliau kira-kira, sebelum hingga pasca kemerdekaan, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara itu mustahil tanpa partisipasi perempuan. 

Baca juga : Aksesibilitas Jamsos, Tantangan BPIP Dan Bangsa

Bahkan di dalam Islam, misalnya, perempuan ialah acuan moral pertama seseorang ketika hendak melakukan sesuatu, meminta izin, dan keberkahan hidup. Nabi Muhammad menyebut ibu, ibu, dan ibu kala menjawab pertanyaan seseorang tentang siapa orang yang paling berharga di muka bumi. 

Kembali ke bumi pertiwi. Berkat perjuangan R.A. Kartini, sekarang sudah banyak perempuan berpendidikan tinggi, sembari menjaga kodrat dan martabatnya. Kami memiliki peran penting dalam hal pendidikan, karena perempuan merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya kelak.

Ketika seorang ibu diminta melahirkan anak-anak cerdas, maka harus dipersiapkan ibu yang sehat. Seorang ibu yang memiliki asupan gizi yang cukup, sejak masa mengandung, hingga kelahiran atau yang disebut dengan seribu hari pertama, kelak akan mempengaruhi kualitas kelahiran.

Baca juga : Numpang KK Demi Sekolah Top Di Jakarta, Ini Pesan Heru Ke Daerah Penyangga

Maksud ibu yang cerdas bukan hanya pintar dalam bidang akademik. Ibu yang cerdas itu paham akan kebutuhan dan tindakan anak, termasuk menjadi teladan. Ibu yang cerdas, sesibuk apapun tetap mengutamakan keluarga. Mengontrol pendidikan dan kebutuhan pokok anak, sembari mengutamakan posisi suami sebagai pemimpin keluarga. Kerja sama dan komunikasi antar pasutri dalam keluarga itu prioritas utama.

Jika hal dasar tersebut telah terpenuhi, maka selanjutnya diperlukan lingkungan yang ideal. Semuanya ada dalam nilai-nilai Pancasila. Perlu dukungan yang kontinyu dari stakeholders Pancasila, salah satunya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sebagai perumus kebijakan K/L dan elemen pentahelix agar taat asas Pancasila. 

Bagaimana caranya perempuan dan support system bisa memahami karakter Pancasila, mempraktekkannya, dan kemudian meneruskannya di rumah sebagai pengajaran. Makin dini seorang anak mendapatkan pembelajaran Pancasila, akan makin welas asih perilakunya, dan memberi dampak damai pada kehidupannya.

Baca juga : Rayakan Puncak Perayaan Ulang Tahun Jakarta Ke-497, Ancol Hadirkan Band Dewa

Pendidikan Pancasila meneguhkan soal pribadi yang berketuhanan sekaligus juga berkemanusiaan, yang mengedepankan persatuan sekaligus musyawarah, dan memberi kemaslahatan kepada sekitar, untuk lahirnya rasa keadilan.

Keluarga adalah lembaga yang utama dan pertama bagi proses awal pendidikan anak-anak. Keluarga pula sebagai wahana untuk mengembangkan potensi anak ke arah pengembangan kepribadian diri yang positif dan baik. Ibu, dibantu bapak, adalah andalan bagi anak dalam membekali mereka dengan tameng yang cukup kuat agar bisa menghadang gerusan moral di era serba gadget dan internet. Sisanya, pasrahkan ke Gusti Allah saja. 

Penulis adalah Sekretaris Persatuan Islam Tionghoa (PITI) DPW Jakarta Raya, Ketua PITI DPD Kota Bekasi, Sekretaris Amphuri (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia) DPD Jabar, Ketua Yayasan Mahabbah Care Indonesia, Dirut DMB Travel dan Guru SMK

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.