Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pancasila adalah jati diri bangsa. Pentingnya pemahaman dan kesadaran tersebut perlu digelorakan dengan cara-cara sederhana. Cukup dari diri sendiri, sebelum bersama membangun bangsa. Hal itu mengemuka dalam Sosialisasi Bio Energy Power-Komunitas BEPers Indonesia (KBI) di Aula Kelurahan Sardonoharjo, Yogyakarta.
Acara tersebut hasil kerja sama Media Center Sardonoharjo (MCS), BEP-KBI DIY, Amikom Yogyakarta dan Grha Sembada Insani. Hadir antara lain Guru Besar UGM Gunawan Sumodiningrat, Direktur Sosialisasi Dan Komunikasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Agus Moh. Najib, Direktur LPK BEP-CoE Hari Witono, Ketua MCS Agus Wiryadi, Carik Sardonoharjo Iwan dan ratusan warga desa.
"BEP adalah olahraga Pancasila. Olah pikir yang selalu bersyukur, ingat keagungan Tuhan YME, dengan olah napas dan olah gerak menghidupi diri sendiri. BEP bukan untuk orang lain. Tapi diri sendiri sebagai komunikasi dengan Sang Maha Kuasa," buka Gunawan.
Baca juga : Inovasi Keuangan Digital Di RI Masih Terbuka Luas
Inisiator gerakan Membangun Dari Desa Berbasis Ekonomi Kreatif itu mendukung program MUKB (Merajut Ulang Kesehatan Bangsa) dari KBI. Kelak, seluruh Rakyat Indonesia bisa sehat, bahagia dan sejahtera tanpa obat atau alat. "Suatu saat kita tidak mampu lagi berdiri. BEP melatih sampai kita siap mengembuskan napas terakhir. Tidak panik atau stres. Tenang menghadapi semua masalah," beber Gunawan.
Sementara itu, Agus Moh Najib mengapresiasi kegiatan kerja sama antara KBI dan MCS. Baginya, sangat mencerminkan nilai-nilai Pancasila. "Dengan memadukan pola pikir positif dan spiritual, pola makan, serta pola napas dan gerak, BEP menyadarkan kita sebagai manusia. Baik sebagai individu, maupun kelompok sosial, untuk selalu dekat dengan Tuhan serta menyatu dan mencintai alam tempat kita berada," terang Najib.
Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu menilai, kegiatan tersebut adalah implementasi langsung dari sila satu, dua dan tiga. Khususnya terhadap eksistensi MCS, yang mengajak masyarakat desa untuk bersatu. "Caranya melalui musyawarah-mufakat, membangun kesejahteraan masyarakat sekitar. Dengan kata lain, implementasi sila tiga dan empat, akan mewujudkan sila lima berupa kesejahteraan yang merata. Dimulai dari desa kita masing-masing," jelas Najib.
Baca juga : WIKA Tingkatkan Fasilitas Pendidikan Di Yayasan Sayap Ibu
Adapun Hari Witono menjelaskan lebih detail soal BEP. Pihaknya telah menggelar berkali-kali pelatihan, dan telah menghasilkan ratusan pelatih untuk menyebarluaskan Bio Energy Power ke berbagai pelosok daerah. "Kalau MUKB dapat dilakukan di setiap Rumah Sehat, tentu bangsa Indonesia akan sehat, bugar, produktif dan bahagia yang luar biasa," tukas Hari.
Dengan KBI DIY, pihaknya berencana menggelar training di Media Center dan Forum Pendamping Desa Ekonomi Kreatif di Sardonoharjo pada 28-29 September mendatang.
"Kali ini kami baru sosialisasi, tapi antusiasme warga sudah luar biasa. Ini bagian dari mimpi kita, di satu desa ada satu pelatih atau pendamping warga agar sehat dan bahagia untuk turut membangun bangsa. Semoga BPIP dan Pemerintah Pusat bisa ikut mendukung," tutup Hari.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya