Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemenag Sebut PDSK Lahan UIII Masuki Babak Akhir, Penggarap Diminta Standby
Rabu, 21 Agustus 2024 01:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) untuk lahan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok, Jawa Barat, kini memasuki babak akhir.
Proyek Strategis Nasional (PSN) itu tengah berada di tahap penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), yang berlangsung intensif selama delapan hari, hingga 27 Agustus 2024 mendatang.
Sebanyak 453 bidang lahan di Cisalak, Depok, dengan total luas 15 hektar, menjadi fokus penilaian kali ini.
Baca juga : Banteng Terancam Oposisi Sendirian
Tim Hukum Kementerian Agama Misrad mengatakan proses tersebut melibatkan kolaborasi antara Kementerian Agama, UIII, Satpol PP, Pemkot Depok, TNI, dan Polri.
"Personel dari KJPP, Satpol PP, TNI, Polri bersama Kemenag dan UIII dibagi menjadi lima tim, masing-masing menyisir area-area yang telah terdaftar untuk dinilai,” kata Misrad, Selasa (20/8).
Guna memperlancar penilaian, warga penggarap yang sudah terdaftar diminta agar standby di lahan atau aset yang mereka miliki.
Baca juga : Kemenag Beberkan Alokasi Tambahan Kuota Haji yang Dipermasalahkan DPR
Langkah ini krusial untuk mencegah kesalahan penilaian atau ketidakcocokan dalam besaran uang santunan yang akan diterima.
Begitu proses penilaian rampung, warga tinggal menunggu hasil yang akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur.
"Setelah menerima santunan sesuai SK tersebut, tim terpadu lahan UIII akan segera melakukan pengosongan lahan, baik itu bangunan maupun tumbuhan," lanjut Misrad.
Baca juga : Fenomena Siluet Foto Hitam Merah Di Medsos, Pendatang Baru Di Pilkada Tangerang?
Sementara itu, Kepala Bagian Operasional Polres Metro Depok, AKBP Maulana Jali Karespesina, menegaskan pentingnya menjaga suasana kondusif selama penilaian berlangsung. Ia menekankan bahwa pengawalan akan dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan komunikatif.
"Saya tegaskan sekali lagi, agar Tim KJPP didampingi dengan baik, dibantu dalam rangka menilai lahan yang menjadi objek penilaian. Pengawalan dilakukan dengan humanis dan komunikatif," katanya.
Ia juga mengimbau agar masyarakat bersama-sama memberikan dukungan informasi terkait proses penilaian ini, demi kelancaran dan keberhasilan tahapan penting tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya