Dark/Light Mode

Sapa Kader FKPPI Se-Indonesia, Bamsoet Ingatkan Pentingnya Jaga Kerukunan

Rabu, 28 Agustus 2024 21:03 WIB
Ketua MPR/Wakil Ketua Umum FKPPI Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)
Ketua MPR/Wakil Ketua Umum FKPPI Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sapa Kader FKPPI Se-Indonesia, Bamsoet Ingatkan Pentingnya Jaga Kerukunan
Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan, keluarga besar FKPPI wajib mendukung kepemimpinan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Bamsoet juga mengingatkan agar FKPPI menempatkan kebhinekaan bukan hanya sebagai perbedaan yang harus diterima, tetapi sebagai kekuatan yang dapat mendorong kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

Bamsoet menerangkan, membangun rasa saling pengertian dan kerja sama antar-berbagai elemen akan menciptakan masyarakat yang harmonis dan produktif, sehingga Indonesia semakin maju. Kata dia, bagaimanapun, kemajemukan telah menjadi realitas dan fitrah kemanusiaan yang tidak mungkin kita pungkiri.

Baca juga : Kemah Indonesia: Pemerintah Prioritaskan Penanganan Perubahan Iklim

“Tantangan kita adalah menjadikan kebhinekaan tersebut sebagai modal untuk menggerakan berbagai kekuatan yang ada, agar saling bersinergi, bekerja sama dan bergotong royong untuk membangun bangsa," ujar Bamsoet, saat menjadi pembicara Sapa Pengurus Cabang Keluarga Besar FKPPI, dari seluruh Indonesia secara daring, di Jakarta, Rabu (28/8/2024).

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, para pendiri bangsa berhasil menjadikan perbedaan sebagai sebuah akar untuk persatuan, dan menjanjikan sebagai ruh bagi perjuangan dalam mewujudkan sebuah identitas perjuangan bangsa. Anugerah tersebut mengisyaratkan perlunya menghargai kemajemukan, sebagai kekayaan dan kekuatan bagi bangsa Indonesia.

Baca juga : Rayakan Hari Lansia, Timezone Indonesia Berbagi Kebahagiaan Bersama Keluarga

“Karena itu, kerukunan dalam kebhinekaan haruslah menjadi kebutuhan bagi kita. Karena kebhinekaan adalah unsur pembentuk bangsa. Kebhinekaan bukan hanya fakta sosiologis yang hanya diterima sebagai sesuatu yang 'diberikan', tetapi harus terus menerus diperjuangkan,” kata Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI ini menerangkan, seiring dinamika zaman dan pusaran peradaban global, bangsa Indonesia akan terus menghadapi tantangan dalam menjaga keutuhan bangsa, baik tantangan yang berasal dari dalam maupun dari luar. Tantangan dari dalam mewujud pada mulai lunturnya kepribadian dan jatidiri bangsa, berkembangnya paham-paham yang mendorong disintegrasi sosial dan disintegrasi bangsa, berkembangnya budaya individualistis dan di saat bersamaan mengendurnya semangat kegotongroyongan, serta berbagai fenomena sosial lainnya yang mencerminkan semakin tipisnya soliditas kebangsaan.

Baca juga : Bangun Kesejahteraan Masyarakat, Pentingnya Tata Ulang Sistem Pemerintahan

Sementara, tantangan dari luar terkait dengan kondisi geografis serta kekayaan sumber daya alam yang menempatkan Indonesia sebagai 'center of gravity' komunitas global. Hal ini menjadikan bangsa Indonesia rapuh terhadap pengaruh dan infiltrasi asing.

“Jika kita lalai dan abai, bukan tidak mungkin kita akan menjadi sebuah bangsa paradoks yang hidup miskin di tengah kekayaan sumber daya yang dimilikinya. Karenanya, penghormatan terhadap nilai kebhinekaan dalam bingkai NKRI menjadi syarat mutlak untuk menjaga kedaulatan kita sebagai sebuah bangsa," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.