Dark/Light Mode

Guru Besar UIN Jakarta Dorong Revitalisasi MTQ

Senin, 9 September 2024 23:59 WIB
Guru besar UIN Jakarta, Ahmad Tholabi Kharlie
Guru besar UIN Jakarta, Ahmad Tholabi Kharlie

RM.id  Rakyat Merdeka - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional ke-30 dibuka Presiden Jokowi di Kota Samarinda. 

Perhelatan akbar keagamaan dua tahunan ini digelar mulai tanggal 6 hingga 16 September 2024. 

Guru besar UIN Jakarta, Ahmad Tholabi Kharlie mengatakan, MTQ bukan sekadar kompetisi, tapi juga ajang silaturahmi dan konsolidasi umat Islam Indonesia. 

"MTQ harus diposisikan tidak dalam konteks mikro an sich, yakni adu terampil dalam melantunkan, menghafal, menulis, atau menafsir Alquran, tapi harus dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi para hamalatul quran se-Indonesia," tegasnya di Jakarta, dikutip laman kemenag go.id Minggu (8/9)

Baca juga : Kominfo Siapkan 3 Jurus Hadapi Tantangan Digitalisasi

Pemerhati dan pegiat pembinaan Alquran di Indonesia ini mengingatkan tentang pentingnya mengembalikan MTQ pada jalurnya yang genuine, yakni sebagai mekanisme evaluatif terhadap seberapa besar dampak kegiatan pembinaan alquran yang diselenggarakan di semua daerah. 

"Seperti yang tertuang dalam sejumlah regulasi, MTQ menjadi mekanisme evaluasi dan koreksi terhadap kinerja LPTQ sebagai lembaga yang diberi mandat pembinaan dan pengembangan Alquran dan Hadis di tengah-tengah masyarakat," katanya.

Menurut Tholabi, untuk menjaga arah atau orientasi MTQ yang sejalan dengan cita-cita dan kebijakan yang digariskan dibutuhkan komitmen bersama dan kerja keras seluruh pemangku kepentingan, baik Pemerintah, ulama, lembaga pendidikan, ormas keagamaan, dan masyarakat pada umumnya. 

"Menjadikan MTQ sebagai tujuan adalah pandangan yang keliru. Ini sangat berbahaya. Untuk itu, semua pihak yang terlibat dalam perhelatan ini harus menyadari bahwa MTQ bukan ajang perebutan prestise tapi mengemban misi yang sangat substantif, yakni pembinaan umat sekaligus syiar Alquran di tengah-tengah masyarakat," tegas Tholabi.

Baca juga : PKS Digoyang Loyalis Anies

Di sisi lain, MTQ harus terus diarahkan menjadi proyek bersama, tidak hanya program Pemerintah, dalam hal ini Kemenag dan Kemendagri, tapi juga melibatkan partisipasi publik yang seluas-luasnya. Keikutsertaan publik yang lebih luas diharapkan akan kian memperkuat syiar dan dampak positif MTQ secara lebih signifikan. 

"Tentu kita tidak ingin MTQ hanya menjadi hajat sekelompok kecil masyarakat. Jika dibiarkan, maka MTQ akan terisolasi dan menjadi sangat eksklusif. Ini tidak boleh terjadi,"harap Tholabi.

Secara teknis pelaksanaan, Tholabi mengakui, telah terjadi banyak berbaikan dari waktu ke waktu. Serangkaian evaluasi serta perbaikan regulasi teknis pelaksanaan terus dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama untuk memastikan bahwa MTQ berjalan secara objektif dan memenuhi prinsip-prinsip akuntabilitas publik. 

"Pemanfaatan teknologi informasi dalam perhelatan MTQ merupakan terobosan yang sangat bagus. Ini menjadi legacy Kementerian Agama dalam konteks pengembangan MTQ yang modern dan kredibel," pungkasnya

Baca juga : LAN Bareng Ika Pimnas Dorong Pemimpin Birokrasi Lakukan Transformasi

MTQ diikuti ribuan peserta dan ofisial terlibat dalam kegiatan ini. Sejumlah mata lomba akan dipertandingkan selama Musabaqah Al-Quran berlangsung, antara lain Tilawah alquran, Hifzh al-Quran, Tafsir alquran, Syarh alquran, Fahmi alquran, Khath alquran, dan Karya Ilmiah Alquran.

Tidak hanya perlombaan, dalam MTQ digelar sejumlah agenda pendukung yang turut menyemarakkan seluruh rangkaian perhelatan MTQ Nasional, seperti malam ta'aruf, pawai ta'aruf, defile kafilah, bazar dan pameran pembangunan, seminar internasional, talk show, hiburan religius, haflah tilawah, dan lain sebagainya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.