Dark/Light Mode

Kemenkop UKM Siapkan 5 Fondasi Wujudkan UMKM Jadi Arus Utama Ekonomi Nasional

Sabtu, 7 September 2024 18:49 WIB
Menkop UKM Teten Masduki saat memberikan sambutannya dalam acara Puncak Hari UMKM Nasional 2024 yang mengangkat tema ‘UMKM Maju Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas di Palembang, Sumsel, Kamis (5/9/2024). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)
Menkop UKM Teten Masduki saat memberikan sambutannya dalam acara Puncak Hari UMKM Nasional 2024 yang mengangkat tema ‘UMKM Maju Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas di Palembang, Sumsel, Kamis (5/9/2024). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) telah menyiapkan lima fondasi menuju transformasi UMKM yang bernilai tambah dan produktif. Yakni, sebagai upaya menjadikan UMKM sebagai arus utama pembangunan ekonomi nasional ke depannya.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki saat memberikan sambutannya dalam acara Puncak Hari UMKM Nasional 2024 yang mengangkat tema ‘UMKM Maju Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas,’ di Palembang, Sumsel, Kamis (5/9/2024).

“Pemerintah memberikan apresiasi setinggi-tingginya pelaku UMKM dan para penggerak UMKM,” ucap Teten.

Teten mengatakan, rancangan pengembangan UMKM ke depan adalah transformasi ekonomi melalui peningkatan produktivitas.

Para pelaku UMKM didorong untuk melakukankonsolidasi dalam wadah Koperasi, sehingga tercapai skala ekonomi, serta menerapkan teknologi dan inovasi dalam menjalankan usahanya.

Terdapat lima pondasi yang tengah disiapkan menuju transformasi UMKM yang lebih bernilai tambah dan produktivitas tinggi. Fondasi pertama, adalah peningkatan rasio kewirausahaan nasionalsecara terencana melalui inisiasi Entrepeneur Hub.

“Kami menargetkan pertumbuhan entrepreneur baru, ingin tumbuh dengan ekonomi baru dan produk baru. Menciptakan kue ekonomi yang lebih besar agar UMKM naik kelas,” ujarnya.

Baca juga : Presiden Sampaikan Dukacita Atas Wafatnya Ekonom Faisal Basri

Fondasi kedua, penguatan skala Usaha Mikro-Kecil melalui korporatisasi petani dan nelayan berbasis koperasi seperti, Minyak Makan Merah per 1.000 hektare (ha) lahan perkebunan sawitrakyat dan SOLUSI (Solar Untuk Koperasi Nelayan).

Yang menjadikan UMKM menjadi bagian dari program hilirisasi dan industrialisasi. Fondasi ketiga adalah, penguatan inovasi dan teknologi dalam skema rantai pasok industri melalui Rumah Produksi Bersama yang dikelola oleh koperasi.

“Kami harapkan pondasi ketiga ini tercipta industrialisasi berbagai sektor UMKM yang tak lama lagi kita wujudkan,” kata Teten.

Fondasi keempat, meningkatkan kualitas dan daya-saing produk Usaha Mikro-Kecil melalui Layanan Rumah Kemasan.

Dan Fondasi kelima adalah, inovasi pembiayaan melalui KUR (Kredit Usaha Rakyat) Kluster, Credit Scoring, danPembiayaan Koperasi sektor rill melalui LPDB-KUMKM.

“Pemerintah menargetkan 30 persen kredit perbankan bagi UMKM, di mana hari ini belum tercapai hanya sekitar 20 persen. Berbagai inisiatif sedang diusahakan,” tegasnya.

Salah satunya KUR dengan Innovative Credit Scoring (ICS), dan mencari pembiyaan alternatif Security Crowdfunding (SC) venture capital serta pembiayaan oleh LPDB-KUMKM terutama bagi koperasi sektor produksi.

Baca juga : Asesmen Madrasah: Formulasi Menuju Madrasah Ideal

Teten berharap, kelima fondasi ini menjadi fondasi bagi Indonesia menuju negara maju. Ditargetkan pada 2045 ditargetkan pendapatan per kapita Indonesia mencapai 30.000 dolar AS kapita per tahun, yang hari ini baru mencapai 4.500 dolar AS kapita per tahun.

“Target itu bisa dicapai, hanya mungkin bisa meningkatkan kualitas lapangan kerja yang sebesar 97 persen ini semakin meningkat, sehingga menjadi konteks ini menjadi penting. Sebab, industrialisasi sejak 2008 terjadi penurunan, dan saat ini hanya 18 persen,” tuturnya.

Teten mengatakan, puncak peringatan UMKM adalah apresiasi UMKM yang begitu besar kontribusinya kepada negara.

UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional yang sebesar 99 persen pelaku usaha adalah UMKM, dengan kontribusi PDB sebesar 61 persen dan sebesar 97 persen lapangan kerja disediakan UMKM.

Sejalan dengan hal itu, Pj (Penjabat) Gubernur Sumsel Elen Setiadi memberikan apresasinya kepada KemenKopUKM terhadap penyelenggaraan Hari UMKM Nasional di Palembang. Perayaan tersebut katanya, bentuk apresiasi kepada pahlawan UMKM yang berkontribusi besar terhadap ekonomi bangsa.

“Kami berharap pengembangan sektor UMKM bersama Kemenkop UKM terus mendorong UMKM naik kelas dan terus bersinergi menciptakan UMKM baru menuju Indonesia Emas,” ucapnya.

Elen turut merinci, hingga kini, UMKM di Sumsel telah mencapai sekitar 546.700 ribu by name by address terdiri dari UMKM kuliner, fesyen, kriya hingga industri pengolahan dan lainnya.

Baca juga : Kemenhan Teken Kontrak Pengadaan Rudal Untuk Pertahanan Nasional

“Berdasarkan data BPS, UMKM di Sumsel di sektor pertanian mencapai 1,12 juta usaha. Berdasarkan OSS (Online Single Submission) per 4 Agustus hingga 5 September 2024 izin usaha UMKM yang telah diterbitkan di Sumsel mencapai 212.018 pelaku usaha, dan telah menyerap 3,3 juta pekerja di Sumsel,” ungkapnya.

Elen terus mengajak pelaku UMKM yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk segera memdaftarkan usahanya, sejalan dengan upaya Pemerintah melalui Undang-Undang (UU) UMKM maupun UU Cipta Kerja (Ciptaker), kemudahan berusaha, pemberdayaan dan pelindungan UMKM melalui perizinan hanya dengan memiliki NIB.

“NIB berlaku untuk semua kegiatan usaha, mendapatkan prioritas dari program yang dibiayai DAK (Dana Alokasi Khusus) hingga meriah kemudahan kemitraan serta penyediaan ruang promosi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi & UKM Sumsel sekaligus Ketua Panitia Penyelenggaraan Puncak Hari UMKM Nasional 2024, Amiruddin merinci, dalam event tersebut diikuti sebanyak 90 stand UMKM, 35 stand kuliner, 13 UKM binaan BUMN/Swasta, 20 stand fashion, 37 stand binaan Kemenkop UKM, dengan total sebanyak 105 tenda booth UMKM.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.