Dark/Light Mode

Kompolnas Dukung Polri Bentuk Direktorat PPA Dan Perkuat Siber

Minggu, 22 September 2024 14:30 WIB
Mabes Polri. (Foto: Ist)
Mabes Polri. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Polri terus memperkuat organisasi dalam menghadapi isu-isu penting, seperti perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan serta kejahatan siber yang semakin kompleks.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Kapolri dalam melindungi kelompok rentan serta merespons perkembangan teknologi informasi yang memicu munculnya berbagai bentuk kejahatan digital.

Pembentukan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) menjadi langkah signifikan dalam menghadapi lonjakan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta perdagangan manusia. Direktorat ini akan fokus menangani kasus-kasus tersebut secara lebih terintegrasi dan efisien.

Baca juga : Bamsoet Dukung Prabowo Jadikan Kementerian Perumahan Rakyat Tersendiri

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti menegaskan, pembentukan Direktorat PPA merupakan bagian penting dari upaya Polri melindungi kelompok rentan. "Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus meningkat, dan pembentukan Direktorat PPA adalah langkah konkret untuk memperkuat perlindungan terhadap mereka," ujarnya.

Selain itu, Poengky juga menyoroti pentingnya peran Polwan dalam direktorat ini. Ia berharap, dengan telah ditandatanganinya Peraturan Presiden (Perpres) terkait pembentukan Direktorat PPA, direktorat ini segera beroperasi dan dipimpin oleh seorang Perwira Tinggi Polwan. "Masyarakat berharap penanganan kasus-kasus ini dapat lebih profesional, transparan, dan akuntabel," tambahnya.

Selain memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak, Polri juga fokus pada penguatan Direktorat Siber. Hal ini penting mengingat meningkatnya berbagai bentuk kejahatan siber seperti phishing, prostitusi online, pornografi anak, peretasan, hingga penyebaran berita hoaks.

Baca juga : Berantas Pornografi, Pemerintah Revisi Peraturan Presiden

Poengky mengatakan, pentingnya langkah ini dalam menghadapi tantangan digital yang kian rumit. "Di era digital ini, kejahatan siber semakin kompleks. Oleh karena itu, penguatan Direktorat Siber di Polda, khususnya di wilayah-wilayah rawan, sangat diperlukan," katanya.

Kemenpan RB telah menyetujui penguatan Direktorat Siber di beberapa Polda besar, seperti Polda Metro Jaya, Polda Sumut, Polda Jabar, dan Polda Jatim. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Polri dalam menangani kejahatan siber, terutama menjelang tahun politik yang biasanya diiringi dengan lonjakan kasus hoaks dan kejahatan digital lainnya.

Pembentukan Direktorat PPA dan penguatan Direktorat Siber menunjukkan keseriusan Polri dalam melindungi masyarakat dari berbagai bentuk kejahatan, baik kekerasan terhadap kelompok rentan maupun kejahatan siber yang semakin canggih.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.